Pikiran dimalamku melayang
Dentang detik tak pasti dihari
Nyanyian malam yang riang
Lantas dimana kau rembulan?
Ku penanti
jauh dan pencari
Melintasi surya
kau kucari
Satu wanita dalam hati
Takan terganti oleh 1000 wanita bidadari
Rembulan!
Kau ruang hati dan puisiku
Kini telah kau balut kesendirian
Namun kau rembulan jauh
Kau dimana?
Penanti telah mencari
1
Hanya sekali ku hidup
Ijinkanlah aku menemani
Kan ku buat kau tertawa
Bila kau percayakan aku
Biarkan ku mati disampingmu jua
Namun hati tetap bersama
Jangan resah meski kau menunggu waktu
Aku pasti bersama
Untukmu aku ada disisimu
Beryanyi,berpuisi,bercerita semangat
Di sisa nafasmu
Ku ingin kau tersenyum
Dalam pangkuanku
62
Lapuk kata tersimpan disepucuk hati
Terendam disebatang tulang putih
Ditulis untuk guruku yang kutiru
Saat ia terangi hening malam
Kata - kata ku goreskan
Tiada jasa tuk dibaktikan
Melainkan bingkisan hati terukir
Dalam tawa berganti sepi
Guruku,maafkan aku!
Dariku sekedar senyuman dan do’a
Sebutlah bingkisan terakhirku
Dihari ini pula
Aku tingggalkan jiwaku
Guruku, maafkan aku!
2
Sadari kecil sampai usia muda aku di desa
Tak kuingat kan punya cita
Tak ku pikir kan hidup sendiri
Bahwasanya ku tak ingin kaya
Lahir batin ku serahkan pada yang kuasa
Pertama takan ku susahkan orang lain
Apalagi membunuh seekor lalat
Hatiku terus melebur tak membeku
Marahkah tuhan padaku?
Seandainya ku punya cinta dan kaya
Wajarkah aku serahkan pada hari esok
Sekarang tak sama dengan kemarin
Akankah waktu berubah?
Perdetik waktu terus berganti beda
63
Ketika aku mulai menyadari aku cinta
Kata sutera bercerita Di dua insan
Berkilau bagai mutiara indah
Menyulam hati keduanya
Kini waktu tenggelam dalam kolam cinta
Hari berganti tanpa permisi serta
Waktu tinggalkan bukti membisu
Dalam memori penuh aksi
Pemuda memutar kata-kata
Kegalauan dalam aliran sungai hati
Mengiringi asa yang sempurna
Dalam hubungan asmara tanpa dinding
3
Bintang-bintang bermuka di pagi
Gunung-gunung menyambut riang
Kemana lagi ia pergi?
Sesudah bermuka di bumi
Berjalan berlari demi desa
Bintang-bintang membuka jendela pagi
Dimana sekarang ia?
Ditanganya membawa kunci
Ia pun mampu merambak desa lama
Sekarang ia berjalan di kota
Disnalah!
Bintang-bintang pagi
Benarkah itu engkau?
Mengalirlah kau menuju lautan
Kini ku menyambut hangat cahayamu
Bintang-bintang pagi
Tetaplah merdeka
Merdeka!demi desa 64
Aku suka karena rasa suci jiwa
Sekarat sukma kala terbayang
24 jam aku gelisah dan termenung
Coba merangkai kata murni narasi
Ku ingin mengungkap isi hati
Tulis rasa putih untuknya
Sebiru langit jantungku
Seluas kata di samudra hati
Cinta yang pertama
Lumpuhkan jejak pikirku
24 jam membisu olehnya
Hati telah jatuh dalam pelukan jantungnya
Rasa yang mengalun membawa hasrat jiwa
Mungkin hati benar dia untuku
4
Ratapan mata yang jatuh ke bumi
Semua rasa menggelora
Harum aroma cinta ketika hidup
Takan ada pemisah bila cinta buta
Pelangi cinta pengubah jiwa
Nista hilang kalah oleh kasih sayang
Hampapun musnah terkubur kesetiaan
Tuhan!biarkan aku rasa
Seluruh penjuru hati menanti
Biarkan esensi cinta tumbuh menjulang
Sekarang aku dirumah sakit cinta
Jauh dengan kenyataan logika
Persatuan emosi pertentangan cinta
Saat hati retak mulai menyatu
Harum cinta bau suci
Hati pengharum esensi cinta
Puisi tentang cinta semua tahu
Bunga cinta mekar tetap sempurna
65
Wahai daun!
Mengapa kau layu?
Mengapa kau terbaring?
Tidakah kau menghalangi semua ini!
Mengapa?
Kusadari ini kekuasaan-Mu
Kau buatkan roda hidup bagi kami
Hingga kami terbaring
Dan tersyukur kering
Wahai daun!
Dulu kau di puja terbayang di mata
Berganti harimu dengan layu
Kau kembali kepangkuanya
Ketetapanya takan bisa dibantah
Bersabarlah!
Kita masih dalam berkesempatan emas
5
Penjarangan seleksi pada wanita
Berjuta kepahitan ku rasa
Seribu udara cinta menerpa
Keteguhan hati mengevaluasi diri
Ma’na cinta dalam hidup manusiawi
Jaminan hidup bahagia dan celaka
Cinta bukanlah menyiksa jadi sengsara
Jika mengerti memahami sebab hati
Ku rasa adanya kesuburan cinta
Cinta ibarat dunia pepohonan
Yang mengharapkan kesempurnaan cahaya
Meratanya rasa juga nada dalam hati
Saat akal dan rasa ego menyatu
Kawan dewasa!
Pemuda-pemudi pandanglah wanita!
Paling susah mendapat hati
Tapi sangat mudah kau lepas ditangan
Berdebatlah ego dengan suara hati 66
Sedetik insan hidup dan bernafas
Tak berdaya tanpa kasih dan sayang-Mu
Syukurku ya Allah
Kau tanam Iman di hati
Kala dunia guncang keadaan
Sedih dari meratapi hari
Dosa yang kian memuncak
Hamba coba menembus syukur
Syukurku untuk-Mu
Dalam kitab-Mu (Al-Quran) petunjukku
Ayat-Mu gerakan nadi hatiku
Kini ku rela sujud setiap waktu
Alhamdulillah ya Allah
Terimalah syukurku
6
Kau takan tahu tentang daku
Asal-usul akan diriku
Semua rumus jalan langkahku
Sepatah dua patah kata ku lukis
Dalam gerak-gerik langkah hati
Jika kau tahu tentangku
Aku takan rela
Permainan akhir mungkin caraku
Kala keadaan gantung diriku
Biarlah semua berkata tanpa raga
Lebih dalam deritaku ari pada lautan
Derita yang kupunya lebih
Lebih dari seribu kertas bila kutulis
Mestinya kau tahu aku dari dulu
Kiranya kau tak bertanya hati
Jangan cari jalan menuju arahku
67
Di tengah ujian dari-Mu
Ya Rabby
Hatiku terpanggil firman-Mu
Sadarlah diri bagian rahmat-Mu
Hadirlah ucapan lubang hati
Ayat - ayat yang berkumandang
Membasahi hati yang tandus
Hati hitam penuh daki - daki dusta
Biarkan hamba merindu-Mu
Sebagaimana ku rindu berdiri tengah malam
Air mata yang suci untuk mengingat-Mu
Rindu hati mengadu padamau
Firman - firman-Mu
Pendamai khalbu penenang jiwa
Bila waktumu,biar ku bertemu denganmu
7
Ku coba sadarkan hati kecilmu
Tidakah kau kagumi serpihan deritaku
Biar luka menetes salah satu
Aku,apa dia?
Habitat cinta yang ada padamu
Orang lain telah menjelajahinya
Tiba saatnya ku hapus tentang langkahnya
Tak sanggup ku tanggung sesal
Keputusan telah jadi angkaramu
Tak tahu bahagia atau kecewa
Cinta takan rela terbagi
Haruskah ku buka pintu hati untuknya lagi
Relakah aku tuk melepaskanya
Walau dia ambil tak seijinku
Merobohkanlah asmara diriku
Biarku jadi buku malamnya
Tepat ceritanya berlalu
Namun,sanggupkah ku membacanya
Dikala goresan tanganya di depan mataku 68
Sebarkan agama “Allahu Akbar”
Tergegas batin lara
Terpanggil hati nurani oleh illahi
Bersemangat pemuda - pemudi
“Allahu Akbar” itulah Dirimu
Pemuda – pemudi membenarkan yang bathil
Membela yang hak
Mereka senantiasa menyerukan
“Allahu Akbar” tapi aku?
Jihadpun tak kuasa
Berharap dengan do’a
Meminta padamu tanpa henti
Usia yang layu mengering
Mengatakan keagungan-Mu
“Allahu Akbar”
Do’aku menyertaimu Mujahid
Walau sejengkal ku bisa maju
Hatiku kau bangun kembali
8
Bila aku masih hidup
Rawatlah aku dengan tulus
Andai aku masih hidup
Jadilah jarum waktuku selalu
Tapi jika ku mati
Jadilah istri terbaik dambaan hati
Jangan taburi aku dengan air mata
Apalagi hujan air mata yang membasahi tubuhku
Jadilah pendamping ujung usiaku
Kemudian kenang aku!
Semoga kita jumpa saat nanti
Aku mohon tuhan dengar aku
Amien.....!
69
Bu,,,
Dalam ruang sempit berlampu pijar
Dan malam sepi yang dingin ini
Aku tersudut yang beserta menangisimu
Bu,,,
Bu,,,
Kebekuan malam bila datang
Menusuk raga dan jiwaku yang lama
Tiap ku pandang wajahmu di gambar
Ku harap kau datang seketika
Dan ku ingin kau hadir disini
Bu,,,
Bu,,,
Kian banyak tanya hatiku
Mengapa ku berani tinggalkanmu?
Kapan kita bertemu seperti dulu/
Bu,,,?
9
Menghayal itu indah
Melihat adalah anugrah
Berjalan juga satu nikmat-Nya
Bermain cinta itu hakikat
Melangkah juga cara kita
Terbayang adalah kasih syang mata
Yaitu lentera hati dari illahi
Bicara salah satu kebesaran-Nya
Mari gunakan untuk amar ma’ruf
Biarpun sekejap bibir hidup
Semua kasih-Nya yang tulus
Ia Allah tuhanku!
Manusia sempurna segalanya
Aku termenung di sini
70
Bu,,,
Ku yakin kita terpisah ruang dan waktu
Kini jagoanmu hadir membelamu
Tentu,karenamu aku hidup
Bu,,meski kau bertahan sendiri
Aku masih anakmu yang sejati
Aku akan kembali berbakti dan berbagi
10
Ku ingin kau jadi bunga tidurku
Ku ingin kau jadi jantung ragaku
Ku ingin kau jadi bahtera hatiku
Ku ingin kau jadi jalanku kala malam
Ku ingin kau jadi langitku kala siang
Ku pinta asamu biasa
Ku pinta sepenuh raga jiwamu
Ku rasa jiwa tak berpaling darimu
Ku rasa jabatan hatiku bersamamu
Cobalah kau rasakan kata suara hatiku
Kan ku buat kau terbaik dalam hidup
Kan ku buat kau puisi pertamaku
Ucapan itu janji-janji ku
Kata-kata itu kunanti bagiku
Janjiku untukmu harus kupegang selamanya
71
Dalam malam menjemput pagi
Ketika embun jatuhkan nafasnya
Seiring alunan angin - angin cinta
Semua menjagaku
Bunda benar kasihmu seluas samudra
Bunda,,,
Hidupku laksana hewan
Setetes air dingin hidupkanku
Benar,,,benar,,,Bunda
Hidup itu lebih curang
Bunda,,,
Seringku terhimpit bantuan dunia
Dimana wajah sedih hati menangis
Bunda,,,
Sebagaimana pepatah dan do’amu
Kan kuhadapi dunia
Bunda,,,
Inilah dunia baruku dan keadaanku
Ku hidup dalam dunia kota
11
Siapa orang itu?
Kemana ia pulang?
Berapa lama ia berjalan?
Mengapa ia tak di temani?
Bolehkah aku bersamanya?
Dimana sekarang ia tinggal?
Ayo cepat tanya ia!
Ayo segera hampiri ia!
Mari kita bantu ia!
Mari kita antar ia!
Agar cepat menuju rumahnya
Namun ia tetap membisu
Ia tak dengar kita
Akal ku tak mengerti
72
Senyumu pengubah ruang jiwa
Aku dalam kesunyian nyata
Katamu pengibur lara
Tiada hampa dunia bagiku
Sepatah kata disecarik kertas
Ada senyumu menjenguk ragaku
Indah kata - kata balasanmu
Sampai tak mampu artikan semuannya
Apalagi sajak senyumu
Membekas jadi debu hati
Jadilah rel kereta hati
Terbuka cerah mata hatiku
Dawai kata pena asmara
Darimu aku bisa berusaha menyelam
12
Berjuta urain kata terucap di bibir
Ku buat pembendaharaan kata yang indah
Di beri tanda percaya dalam hati
Hati takan patah tertiup angin
Kata yang indah takan musnah
Keterbukaan hati pada kertas putih
Mencari sumber kepastian kasih
Banyak cahaya menembus hutan hati
Kini hati berbunga karna ia
Ku buang kata-kata tak sempurna
Begitu kata teori kata cintaku
Saat aku terbenam dalam cinta
73
Pengah malam yang gelap sunyi
Melihat bintang berlari
Disamping rumah kecil beratap
Orang lemah bermain api
Pekerjaan yang tak bisa
Berjalan tegak selalu keatas
Terperosok zaman ia
Malam pakaian badan
Bintang tenis berlari
Angkuh sungguh ada batas
Api itu tipu daya
Bintang membawa hati dengki
Jaman pastikan berubah
13
Di kedua belahan bibir merahmu
Tersimpan satu kesempatan hidup
Untuk bermukim di kota hati
Hatiku menggenggam raut wajahmu
Bicaralah diriku pada bunga-bunga mekar
Asmara yang ada buat aku gila
Tumbuhlah kata-kata pepatah pujangga
Kau pandai membuat senyum manis
Di sisi pantai buah marahmu
Aku terpaku penuh keluguan polos
Senyum manismu abadi di diariku
Ku pegang semua tebaran bau aromamu
Aku tergoda senyum penuh cinta manismu
74
Kita bisa teteskan airmata tanpa paksa
Lalu mengakhiri pergi kesana
Cinta yang luka karna dusta
Bersamaan saling menjauh
Air samudra yang hilang
Menyatu kembali jadi kebahagiaan
Yakinlah,,,,!
Kita punya pengertian di hati
Segenap langkah jiwa
Tak mampu mengubah waktu
Hanya bisa melempar senyum
Kusendiri terniang mati
Mungkin kita takan bisa
Kini ku berbeda dunia
Tinggi hasrat menyatu kembali
Takan satu dalam kisah nyata
Aku akan datang dalam bunga malamu
14
Hati kosong tanpa nama dihati
Mata ada di ujung kepahitan
Menyesal memutuskan tali asmara
Wahai cinta yang suci!
Berikan kepercayaan akan tentramnya cinta
Waktu yang kian berkurang
Saat ini ku tak bisa bicara
Hanya kerinduan dan keresahan tanpa asmara
Rindu ragapun tak berharga
Ku dengar baik-baik saat menjauh
Tingkahnya pun ku abadikan
Kekosongan meresahkan ruangku
Kala mentari tak ada di bumi
75
Berada dekat tebing Surga dan neraka
Ke elokan lenyap ditelan dunia
Hari hilang entah kemana
Penguasa jadi yang pertama dan utama
Melainkan aku seorang pemuja
Wajah kumuh tiada nama
Air mata dan sesal yang jatuh
Apalagi diri mudah diingat dilupa
hidup melata di dunia murka
Hidup tak kutangisi
Semua dosa – dosa diri
Tiap waktu ku tak pejam mata
15
Inilah kata secantik bunga mawarku
Cara terakhir mengejar mentari baru
Berhari-hari resah yang ada
Malamku tanyakan cahayamu
Saat hatiku menebar bunga perlahan
Puisi-puisi cinta kian berjuta untukmu
Namun ini puisi terakhirku bunga
Alangkah indah rasa kata-kata
Kata yang bertepi di hati
Saat jengkerik tahu ku mengejar hati
Bunga bertahanlah
Bertahanlah,demi bagian hatimu
Kau akan berbuah bersamaku
76
Menyalahkan jalanya keadaan
Menghapus pagi menjelang siang
Kenangan pahit dari pada racun
Teman sejatiku hanyalah illahi
Semua karna kau!
Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
Tak pernah kau balut tulang rasaku
Ku jahit sendiri sanubariku
Yang sampai kau robek tak berarti
Kini tak benar ku benci
Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku mengenang tuk renungan
16
Tergali hati di usia enam tahun lalu
Berjuta tangga kujalani dengan ibu ,
Ayah
Kau pergi kemana?
Ku merindukan kata-kata pemimpinku
Ayah,andai kau tahu
Kaulah pigurku yang tak pernah marah
Jiwa pemberani yang ku kagumi
Namun waktu terlalu cepat memanggilmu
Hingga beban kupikul berrdua
Ayah,
Kau pergi selamanya ketika ku beranjak SD
Kata ibu kau pulang dan dipanggil tuhan
Saat itu akulah yang bodoh
Sukaria kalo ayah tiada
77
Ya allah peganglah hati ini
Hati yang terluka tengah melangkah
Ku tak kuasa menggapaimu
Hati terdampar di bebatuan karang
Ku tak tahu penawar racun batinku
Bisakah airmata kadi amalanku
Ya Allah
Ya Robby
Ku tak bisa tempa dosa
Tak berdaya menahan siksa
Waktu melaju laksna perahu
Mengapa neraka,surga untuku
Telinga tuli tak mendengar
Mata buta tak melihat
Batin menjerit mencakar hidup
Menggapai yang hakiqi
Berlari terus memburu mentari
Ya Allah kuatkan lagkahku
17
Ayah di benaku tiada kehilangan
Sukmamu yang bicara menangis
Bila kau ada gunungpun bisa ku peluk
Karna kau pemimpin terbaiku
Temani baik kala hujan berganti kemarau
Ayah,
Waktu kau panggil aku
Aku membisu tak mengerti pucuk katamu
Sedihku tak memelukmu
Dalam usia 17 tahun ini
Hidupku jadi buih lautan
Mengharap menetes jadi air sejati
78
Kita terasing ditepi dunia
Tak mendengar apaligi melihat
Mana pahlawan kami
Urusan politik,ekonomi kita buta
Karna dasi berkutsi cekik kami
Membisu
Merunduk
Itulah kerja kami
Jujur kami di terlantar
Andai kau amanah
Kita takan benanah darah
Lihat,tataplah wajah-wajah kami
Kita indonesia
Dari berhasil sandiwara dan kursi
Jujur kami diterlantar
Andai kau amanah
Kita takan bernanah darah
18
Saat ku lepas pegangan tangan hangatmu
Ku berjalan melayang di angkasa
Janganlah memuja demi cintaku
Detik ini aku mengenangnya
Kasih!
Don’t cry for me porefer!
Kenangan-kenanganku berharap simpan
Beribu cintaku tak berarti bagimu
Bukan aku!
Bukanku mudah pijakan hati ku hati
Melainkan ku tahu sikapmu
Wahai kasih pernah di cinta
Nun jauh ku harus pergi dari cinta ini
Don’t cry fior me porefer!
Aku mengolah demi cinta hati
Sebelumnya hatiku tak punya mata
Hari ini ku tahu tentangmu
79
Kami hanyalah suara trerumputan jalang
Dunia sandiwara perkosa jiwa-jiwa
Jujur kami diterlantar
Ucapan tak terlupa sepanjang masa
Berperan pelajar dan pengajar
Aku meniti tangga demi tangga
Kau pegang aku kalo berjalan
Dijalan setapak menuju raya
Hari-hari kau kasih sinar dunia
Melangit pengabdianmu bagi manusia
Dimana dulu kau lantunkan huruf “a”
Dalam jalanku yang berbatu
Kini senja mulai bersinar
Apa jasaku untukmu?
Guruku...!
Bimbing...!
19
Di padang hati kau singgah
Mungkin,saatnya lepaskanlahn dariku darimu
Ku mohon,demi cry for me porefer
Sahabat,
Ku simpan ungkapan hati bertinta di bukumu
Janganlah hatimu menghapus aku
Ku pinta ketulusan dada selama bersama
Sahabat berjanjilah kau takan makan bagian hidupku
Mungkin terlalu cepat dihapus oleh butiran air mata
Semua tentang kata yang penuh tragedi
Sahabat
Dulu kita bersama pergi mencari jati diri
Akupun teranjat memasuki lubang hatimu
Sahabat
Rawatlah aku di bingkai hatimu
Meski ku tak jadi berada disampingmu
80
Bimbing aku seperti dahulu
Tutur sapamu selalu dibenaku
Kau guruku yang lugu
Pengajar tak kenal lelah waktu panas
Pendidik yang bijak kala bicara
Kau guruku
Guruku yang sejati
Pendidik tak menganak emas
Serta penuntun tanpa malu
Menjelajahi pasar-pasar orang kota
Ahir perjalanan
Menukar ditukar kata-kata
Berlayar di tempat ramai
Pencarian tujuan sama kepasar
Berlayar berkumpul satu di pelabuhan
Kita berani menghadapai badai gelombang kota
Tiada sama penghasilan kita
20
Kontak batiniyah aku,kamu dan dia
Terpecah berkeping sesal
Tiap-tiap rasa perwakilan hati
Takan mampu menyatu kembali
Waktu antara aku,kamu dan dia
Potongan kata yang telah terucap
Tak bisa kurangkai lagi
Semua hati terputus melayang hilang
Yaitu antara aku , kamu dan dia
Acuh tak acuh hati yang tersisa
Mata hati semua buta
Semua berpisah tak bersyarat
Antara aku,kamu dan dia
Satu hati terbagi dua masa
Akhir sesal aku salah besar
81
Memperbanyak kata pelayaran
Perlu pengalaman,pengetahuan
Kita tidak ingin ada yang tenggelam
Para pelayar
Kita bertujuan sama
Namun cukup berlayar di kepala saja
Tikus sawah tak telihat mata
Bicara harta dia mudah
Lupa ucapan basa – basi
Dia lupa dengan siapa,dari siapa?
Terus meninggi mendpat kekenyangan
Langit hidup yang indah di buatnya
Melampun syahdu olehnya
Tak ingat petir menyambarnya
Ke tempat pertama ia kembali
Orang pembunuh berjutaan nyawa
Penghancur milyaran harapan
Tikus di lembah kau pantas tinggal
21
Berdesakan suara di hati berupa nafsu
Bukan lelaki sembunyi tangan bagiku
Terjebak amarah oleh orang ke tiga
Wahai,orang ke tiga
Mengapa kau teror dengan kata-kata dusta?
Berkata di bibir lain di hati
Hati siangpun kelabu
Penyesalan di kemudian
Emosi ajarkan sikap sabar
Apa yang berkobar di hatimu
Labih panas ketika kau lukai tubuhku
Kau perebutkan benda tak bermakna harga
82
Letusan batin hati pahit keluar
Lembaran catatan hati terungkap
Derai airmata membasahai
Hari-hari jadi tangisan
Bahagia,duka,suratan dunia
Kala dunia tak adil aku merenung
Apa ini hidup manusia kecil?
Bagai hewan melata di hutan belantara
Kaya,susah,rasuki pikiran jernih
Mungkin dunia tak ada bagiku
Inilah hidupku
22
Cinta memindahkan segalanya
Sampai memakan rasa lalu menelanya
Tinggalah asa sempurna
Memborak barik artian hati yang indah
Rasa terpadu melahirkan asmara bercahaya
Mempunyai kepercayaan dua kerinduan
Melemahkan kecemburuan mata
Power cinta berpegang kepastian
Menuju duta bahlero hati abadi
Power cinta tiada duka
Melainkan pengertian dan pituah
Cinta harum dalam rindu
Rindu jadi sayang takan menyakiti
Samapai hati terpisah waktu
83
Lebaran sejuta senyuman manis
Memasuki celah hati yang gelap
Aku mabuk senyuman
Diri tak bisa berdiri
Ada apa di ujung senyuman?
Kau lempar senyum sebatas berjalan
Kau tipu aku serta orang-orang buta
Manis madu di campur racun
Sampai aku gila
Kau,
Kau pemberi senyum kosong
Terbayang dimata kau senyum palsu.
23
Siapa yang mamapu memebaca hidup?
Selain hati suci dari penyakit
Kita kenali 9 penyakit hati
Terang-terangan bicara pada diri
Sebagus apa ahlakmu?
Seluas apa hartamu?
Setampan siapa dirimu
Semua sudah kehendak illahi
Karunia dan ujian
Perlahan membuat perpecahan kata
Apa dayamu?
Siapa dirimu?
Semua kehendak illahi
Kita kenali dalam karunia dan ujian
84
Kemauan bengkok dengan kata
Kala kau beranjak di dunia remaja
Banyak wanita tersakiti olehku
Mereka pedih hati di ruang hampa kasih
Pertama ku ucap kata – kata pujangga
Tak pernah berkata kata baku
Menajam hati atas pandangan
Kemauan itukah naluri?
Kemauan itu angin topan
Tiada penghenti langkah
Sedalam laut dunia itulah masaku
24
Seindah ucaapan hati yang rela untukmu
Terukir di sepucuk kertas bertinta
Mengalunlah ayunan sejak indah
Saat goresan tanganmu temui aku
Keriangan hati tuk membalas
Ku mentari berani mati
Berjuang tak kenal lelah
Bacalah kertas emas ini!
Kau pasti kan tahu tetang aku
Sebagus kata pilihan yang kutemui
Surat darimu lebih menyentuh ruang hampaku
Penuhlah angan dengan surat-surat berharga
Ku tak mampu tiru karya tanaganmu
Terkesimalah hati dan ragaku
Yang penuh keromantisan dunia cinta
85
Menapaki hidup dalam kehidupan
Dunia besar bisa ku gapai
Bersentuhan dunia bertopang
Seiring gulir jalan langkahku
Kini terhenti di tengah cerita
Diri kecewa hatiku luka
Dadaku takan berhenti mati
Aku itu ada!
Mencapai hidup dalam kehidupan
Banyak laskar sabar bertahan
Ternyata hidup itu susah
25
Dikala keyakinan saling bertolak belakang
Keluarga tak berharga
Aku mengadu pada-Mu
Bagaimana, mengapa bisa?
Biarkan ku pegang al-qur’an dan as-sunah
Tak peduli ribuan kata mencerca muka
Jutaan pedang menggorok leher
Ku yakin Allah & Rasul-Nya
Datang bersamaku
Kubiarkan musuh mengintai
Saat bingung aku bersujud
Akal dan hati membenarkan hanya Allah penolongku
Qur’an & Sunah di hati sampai mati
86
Berbelok-belok jalan kampungku
Nan disana kampungku indah
Di mataku sawah luas, sungai jernih
Dan gunung seksi
Mereka menarik – narik hatiku
Rindang pohon menyuruhku pulang
Bayang kampungku selalu terbayang dan terniang
Rasaku pergi kesana
Namun,ragaku tetap tak melangkah
Dlam kamar sempit aku merintih
Bayang kampungku
Tetap terkenang dihatiku
26
Bersinggah orang asing pertama di hati
Raut muka mengundang aku datang
Bagaimana aku bisa mengambil hatinya
Serta mengantarakan perasaan yang terbang bersama
Terniang suara saat ia berkata
Kau orang asing pemikat jiwa
Dalam firman cinta ada pandangan mata
Ku tak tahu dimana tempatmu
Ku tahu bagaimana senyumu
Hadapkan selalu hati ini untukmu
Bermain mata yang tak ku sangka
Saat mata mulai bicara dirimu ada di hati
Begitulah kuranya kata-kata remaja
87
Wahai,tinta emasku!
Tinta shabat setia tiap waktu
Kau kan menghilang dariku
Kau kan hapus hidup waktuku
Tolong,lihat aku!
Waktu habis saat-saat bersama
Kau tulis teka – teki dunia
Bahkan kau rela mati untukku
Yang tak hisa mencintai karna sesuatu
Wahai,tinta sahabatku!
Kau shabat terbaik dan terbijak bagiku
Tinta shabatku!
Kau tinggal kenanagan smp
Seribu permohonan jiwaku
Kau tetap melangkah pergi
Biarkan aku jabat tanganmu!
27
Malam gelap Penuh ketakutan
Hamba sadar bertumpuk masiat pada-Mu
Sepatah kata tak pernah bermakna
Kian berjuta kata-kata berdosa
Wahai rabbku
Berilah seluas laut ketenangan bagiku
Aku jauh dari orang saleh
Mata penuh kotoran saat menatap
Ya Allah
Wahai Rabbku
Berilah air surga padaku
Ku cari hidayah kini kehulu
Janganlah kau lemparkan ku ke kedustaan
88
Kertas putih
Bagian hidup semua orang
Kau hadir saat tak berdaya
Aku ini seorang kelana
Hidupun tak punya makna
Kertas putih
Segudang pengetahuan kau punya
Berjuta cerita kau tahu
Ku harap kau tetap bersinar
Kertas putih
Sulit ku temui hati setulus hatimu
Jangan marah pabila kusalah
28
Menikmati keelokan dunia asmara
Ditengah alam bebas ini
Udara cinta bebaskan pikiran
Suasana-suasana alami yang abadi
Semua dapat di temui dan di gapai
Bila kita bisa bergaul dengan cinta
Kenalilah cinta murni oleh hati
Senantiasa memperlihatkan keindahan
Cinta jua mempertemukan kemenangan
Suasana cinta yang bergemuruh
Berbentuk aneh datang nyata
Cinta bergemuruh
Menjadikan hutan lebat dan sungai jernih
Itulah hakikat cinta bergemuruh
89
Mencintai yang tak pernah sehati
Rela ku gadaikan waktu
Wahai sang waku!
Berikan hatinya untukku
Rasaku ini abadi
Kerilu,hati gelap membeku
Wahai hati!
Sempurnakan barisan hatimu
Ternyata hatinya bicara
Ku tak percaya itu
Kan kutaklukan hatinya
Harap
Sekedar mengaharap jiwa dan ragaku
Esok hati kan bernyanyi
29
Bersujud di kaki langit
Beribu – ribu tahun aku menunggu runtuh
Seandainya waktu beranjak secepat kilat
Aku pun takan bersimpuh malu
Kenangan tinggal angin lalu
Dengarlah daun-daun itu menangis
Mereka tersenyum kala pagi hadir
Petang kembali layu perlahan
Aneh mereka tetap bersujud walau gelap
Gerangan apa bersujud pada langit
Tumpahan air mata hati membasahi
Mereka tetap mengemis pada peninggi
90
Aku mencintaimu
Bagai orang menggantung asap
Diatas langit tertulis hidup denganmu
Kau pandai bohongi jiwa
Jatuhkan aku di sungai rasa
Di penyesalan ruang hati
Serta pertimbangan akalku
Kau robohkan benih cinta suci
Biar ku pinta satu padamu
Walau tangis air mata habis jadi lautan
Namun ku lihat kau tiada
30
Hari ramadhan keindahan bertaburan
Na banyak pahala menjanjikan
Rasa abadi dalam ruang hati
Ya allah periharalah hatiku dari badai
Dalam ramadhan ku bahagia
Takkan terganti diluar bulan penuh hikmah
Saat berbuka bersama
Terang bumi dengan ucapan pujian
Kutemukan hikmah seangkasa dibulan ini
Tak tau titik akhir ataukah
Titik ujung aku dipercaya tuhanku
Namun kurasa kini bahagia
Bahagia
Bahwasanya ramadhan berhikmah
Dalam cobaan berusah payah
Aku itu tanaman tandus
Berharap hujan turun tiba-tiba
Tiada
Kadang aneh
Orang pada membawa air
Setetes air untuk kelangsungan hidup
Disiram pada pohon besar
Aku kering,aku lapar dan haus
Biarkan aku mati sekarang
Menyerap air dalam tanah
Akarpun tak kuasa
Pada siapa ku berharap akan air?
Ranting,daun muda layu
Sungguh tak guna aku ada
Putuskanku sebulat bumi
Kan kuahiri waktu yang berdentang
Biar aku kekeringan tumbang
31
Dia yang kurindu
Yiada saat kunanti diuhati
Kemana seterusnya angin membawa
Mungkin ia terapung dilautan
Semua yang ada aku tinggalkan
Saat mawar gugu aku menangis
Ia jauh diri,miskin penuh keringat darah
Saat mendapat dunia penuh berlian
Ku harus hapus dengan tangan
Maafkan aku!
Ketika cinta putih berair hitam
Harus ku kubur dalam tanah tandus
Dia yang kuharap
Tinggalkan hari
Aroma bau cinta yang menggema
Menghampar bukti sejuta kenyataan
Kau tak muncul di balik tutup muka
Hati seindah awan hilang
Cinta putih secantik bunga sirna
Sinar di atas terbing saat bersama
Bicara kadang tanpa mata
Bukan kata – kata pujangga
Membunuh hati dengan dendam asmara
Terbawa kebahagianmu , kecewamu
Berbuah aroma cinta palsu
Tak henti langkah pohon sudah berjatuhan
Melayang – layang hati hampa
Sikapmu, bicramu,menjauh di angkasa
Aku tertidur olehmu
32
Semua nyanyian malam berterbangan
Membawa hati yang bimbang
Hati hilang melintasi awan
Apakah jendela hatikan terbuka?
Terbakarlah perjalananku
Bumi saat berganti cerah
Menyerahkan bumi pada sang hari
Andai langit hidupku terbelah
Jiwa-jiwa tak berharga
Siapa?
Siapa?
Gerangan matahariku itu?
Biarkan!
Biarkan aku terbang
Biarkan aku
Hanyut oleh deras air sungai
33
Detiku sangat berarti
Dalam sebuah kamar kecil asmara
Rintihan hati bayangkan dunia
Saat udara malam dan bising kendaraan
Keduanya resahkan aku
Hari ku lepas tanpa ibu dan ayah
Kini lampu pijar berwarna merah harapanku
Aku tersiksa oleh paksaan cita
Peristiwa di kamar kecil asmara
Ayahku,serta ibuku lihatlah aku!
Mungkin kaliankan menangis
Mungkin kalian kan bangga
Karna ku berperang padang waktu
Peristiwa di kamar kecil asrama
Aku sedang yatim mengadu
Ya allah selamatkan aku juga keluargaku!
34
Nada penyelimut bintang hati
Ketika jiwa terbangun di lelah malam
Apa nada sebenarnya di hati?
Siang penuh pegunungan diri
Dan ribuan gelombang menanti
Aku berusaha membuang sampah hati
Bunuhlah, malu, takut dalam rasa
Dalam mata jalan bertepi menanti
Kalau bernada getran hati
Genggaman cita-cita di dasar hati
Kubaru memburu mentari
Demi nada di hati
Nada yang kini memecah sunyi
Tanpa badai dan bisih
Nada itu perahu hidup
35
Kallamu penyentuh setiap langkahku
Pengubah kegelapan , kesesatan nyata
Dalam rentang jaman berlalu
Telah terbakar insan rayuan syetan
Kini isalam datang penentang
Menyiram,mencuci jadi cahaya suci
Berbelenggu hidup
Serta akal- akal busuk kembali
Reruntuhan setan menimpa insan
Di tengah rambu-rambu dunia
Syetan menembus hakikat perdamaian
Pondasi tauhid,aqidah islam
Pencipta perdmaian baru hati
Keluar dari gelap berdiri dalam terang
Kallamu pembaharu jiwa-jiwa tenang
Terbebeas belenggu jahatnya malam
Hingga pagi tetap menjelang siang
36
Hakikat-hakikat dalam islam
Mampu mnegur akal sembarang
Menghias hati dengan ajaran illahi
Jiwa angkuh luluh lari dari hati
Semua hati tentram
Damai oleh-Mu ya Allah
Bisik rindu hati mengadu
Kalaulah penolong
Pemejam hati dalam keresahan
Ku rasa indahnya agama islam
Dengan Ridho-Mu ku berjalan tenang
Kurasa bekerja dengan kuasa-Mu
Ikhlasku dalam islam agama-Mu
37
Sepenuh hati menyayangi
Setulus rinduku untukmu
Batin menangis kalakau tiada
Waktu di sebrang kau ada
Tali hati wajtu bersama
Takkan sesal aku menunggu rindu
Dalam pendirian membangun kota berdua
Memang ada lara hati memebeku
Tak tahu aku mengharap ,memaafkanmu
Di sebait puisi tragedi diri
Berpaling aku takan terjadi
Apalah mencinta itu bila mendua
Tetap ku tunggu hadirmu
38
Bening air telaga mata di wajah
Pagi membayang terang sinar
Asmara terpisah keadaan kita
Alunan puisi – puisi indah terpisah
Aku,kamu berjuang tak berarti
Harap baruku lalu berlalu
Lisanku takan bengkok
Kuharap cinta tak murka
Aku sendiri tanpa sadar
Air telaga mata tak terbalas
Asmara berbanding baja
Ini sikap bukanlah hikayat kita
Asmaraku cukup diakhir kata
Takan ada cinta berkisah sempurna
Selama ada pemisah yaitu angin
Pastinya asmara kita jauh
39
Di dunia ku tak mengenal lentera diri
Buta jalanku,di sekelilingku kabut asap
Punya mata tak guna
Miliki hati kini mati
Bisa bicara tak berharga
Kini hari semakin gelap membisu
Diri tak lagi temui lentera
Jauh,duniaku,gelapku
Tersungkur korban nafsu buta
Sampai tenggelam aku dilaut hitam
Terseret pula desir ombak penjahat
Jauh,du niaku.gelapku
Mudaku seutuhnya tersesat malu
Menyesal ku dalam gelap
Terus menerus aku jatuh
Gelap ternyata takut
Gelap langkah.kata,serta hati nurani
Jauh,duniaku,gelapku
40
Engkau yang beri segalanya
Renungan alam hidup akan mati-Mu
Pembangun Khalbu
Ku berbuah cinta
Kalla-Mu mengikis waktu busuk
Biar ku dekat dengan-Mu
Karna kau ada aku juga
Engkau adakan
Waktu dimana hanya embun yang tahu
Ku berdiri, bersujud, tasbih
Ya Robby itulah shalat malamku!
Ya Robby jikalau kau kabulkan do’aku
Ku pinta usia jalan
Hidupku panjang
Biarku dekat dengan-Mu
41
Ya Robby musnahkanlah dosa akan aniaya
Akanku gapai pahala meski diri mati
Dipertemuan hanya untuk berdua
Selalau ku minta
Mengesakan-Mu tanpa sekutu
Hati yang tertiup angin liar
Benaku terus merenung berpikir
Bagaimana tentang asal-usul diri?
Berharap sambil ku hapus lagi
Mengapa semudah ini ku mengagumi?
Berpikir lagi sejenak
Bagaimna bila aku masuk kejurang?
Suara-suara terus memperolok aku
Tak peduli, aku hiraukan mereka
Betapa bagus mata dan paras wajahnya
Oh,,,,,mata!
42
Mengapa kau pernah memandangnya?
Cepat jawab tanyaku!
Alangkah manis ia tersenyum
Seiring nakal pikirku
Hanya menggeliat dan menguap
Sayang
Sayang sekali nasib ini
Aku ini debu pinggiran kota
Tiada lain aku anak desa
Suaraku takan berguna jika bertanya
Mimpiku secara sembunyi-sembunyi
Sengaja ku kumpulkan untuknya
Kau salah teringat meski sepintas berjalan
Mungkin baiknya ku tak pernah melihat
Hati tersiksa siang penuh rindu
Aku laksana cacing kepanasan
Namun aku terus bertahan tersenyum
Angin sampaikan salam rindu malam ini
Katakan pula aku jatuh di lubuk hatinya
43
Tiada tempat hati mengadu diri
Oh tuhan aku selalu melihatnya
Hancur hati atas pandanganku
Tidak,,,,aku takkan putuskan kata hati
Samapai detik ini aku tetap tegar
Birahi jiwa hilangkan perbedaan
Kini ku dekati tuhanku
Lepas sujudku,bintang jatuh dihadapanku
Ia terus menghampiriku
Sebelum pajar datang
Aku sadar birahi kuasai hati
Wahai sahabatku!
Kuasai biarahi oleh hati
Kuasai oleh sentuhan agama
Kau,terperdaya, terjatuh dibayangan buta
44
Melangkah di awal gerbang dunia
Cita-cita luhur menjulang ke angkasa
Menelorkan berjuta kata-kata
Puncak dunia tak bertiang
Ketenangan hanya ketenangan
Bara hati meninggi
Meleleh semua harapan yang ada
Hanya racun yang kita makan
Aku harap kita tenang
Politik,ekonomi,sosial budaya itu hak kita
Namun jiwa tak tahu
Siapa orang yang berlain maksud hati?
Ketenangan hanya ketenangan
Tenang membawa kita damai
Tenang membawa kita aman , tentram
Tenang membawa rakyat senang
Dulu ,pak karnolah yang tenang
Berhasilah ia memerdekakan negara
Untuk hal ini kita semua butuh tenang
45
Kau jantung raga ini
Pelita hati jiwa terdesak arti
Kau pula jarum disetiap langkahku
Disitulah aku tahu kamu
Kala murung wajahku
Kau penuhi dengan kasih suci
Serta untaian kata-kata mutiara jiwa
Kau pula sambut pagiku
Aku terbangun mencari jalan cahaya
Saat ku berjalan sendiri
Kau jua bumiku saat ku pijak
Namamu tertulis di angkasa
Jadikan hatimu-hatiku satu tujuan
Untuk saat sama-sama berjalan melangkah dunia
Dirimu,diriku itulah satu hati cinta
Jangan kau hilang ditelan waktu
Jika malam datang karna kau pelita diriku
46
Dirimu penawar kesedihan hati
Pengusir kesunyian yang tiada tara
Kejaran mentari pada waktu pagi hari
Ditemui bermiliaran keindahan alam
Jangan sentuh embun yang riang
Benang hati yang panjang ini
Ku olah sempurna untuk dirimu
Malam saat aku terlelap kau hadir dalam mimpi
Jangan kecewa bila salah sikapku!
Dirimu
Bangunkan pagi yang sepi
Kau mutiara lara
Kulihat pancaran mata setiamu
47
Mati dan hidup kini renunganku
Aku tahu mati kan menjemput
Aku tahu hidup kan dijalani lagi
Mengapa ini terabaikan?
Tak tahu dan mengerti siapa diriku
Bagai debu dan daun tertiup angin
Mengapa aku bertanya padamu?
Sungguh buta tanpa tongkat
48
Seseorang membawa berjuta kehidupan
berbagai cara dilakukan
Menjerat dengan tingkah suci
Semua salahku
Tiada lain kau binatang
Lintah cinta
Kau hisap darah yang ada
Raga sekarang meratapi mati
Jua kau ubah jiwa-jiwa mati
Saat berbaring mengadu
Memang kau pantas di panggil
Lintah cinta
Pengubah hati jadi sunyi
Kau kubur aku perdetik
Bagai api dalam sekam
49
Saat jiwa ragaku menyatu
Hidup tanpa asa sempurna pasti
Hanyut oleh akhir deras jiwa
Tak bisa temui jati diri pribadi
Dalam dunia nyata pana
Orang-orang menjepit khayalku
Kaki beranjak pagi di suasana bisu
Takutlah jiwa ragaku kini
Dunia pencakar hati
Aku menangis
Aku terkubur mati
Sesekali ku ingin mengintai dunia
Tuhan jangan biarkan aku terjatuh
50
Sedikitpun kini berarti
Bersama dengan dia kekasihku
Arti kata kini berarti pasti
sesaat kenangan telah terbuang
Ketenangan,kebahagiaan kesedian
Angin kembali dibagi
Inilah cinta tiada terkira
Pada percintaan ketenangan
Sayang biarkanlah aku sadar,,,
Aku terlalu egois
Arti cintamu baru ku rasa
Dan sebelumnya aku tak percaya
Aku rindu kamu
51
Indah malam menebar sepi
Hamparan bumi yang membentang
Aku berada di bawah langit tinggi
mempersiapkan jutaan bintang-bintang hati
Malam ini bintang-bintang berkumpul
1000 cahaya yang berkilauan
Mampu menembus hatiku
Dengan belajar ku sambut ia
Terucap usia di langit dengan bintang
Dalam pertemuan dengan tuhanku
Ku alunkan do’a do’a terbaik
Demi tergenggamnya bumi ini
Menyambut dunia
Bukan dengan air mata
Aku akan berusaha
52
Berlomba
Aku akan makan tulang
Semi usiaku yang kian memanjang
Air bening dahulu jadi tercemari
Kini aku makan hati
Jutaan angin menusuk ragaku
Karna aku keras hati terhadap janji
Pelan-pelan ku kan berlari
Mulai ku satukan tanganku
Biarlah-terlambat
Biarlah tak dapat
Biarkan aku berjalan–jalan
Semangat tetap menyatu di hati
Aku tahu mengapa hal ini terjadi
53
Bumi yang penuh debu-debu penyakit
Saat hamba melihat malam berlibur cahaya
Betapa lemah dan hinanya diri ini
Tiada lain hidayah yang hamba harap
Setahuku takan ada buah tanpa pohon
Dalam hati,aku bertasbih
Bayang dunia tiada aku damai bersama-Mu
Tidurku hidayah dan karunia-Mu
Jawabanku ada pada diriku
Saat terjebak khayal palsu dunia
Hati roboh tanpa iman
Hidayah-Mu
Menanti aku mengingat-Mu
54
Dialah Allah!
Sembahlah ia yang maha satu!
Pujilah ia yang maha kaya!
Agungkanlah ia!
Panjatkan syukur pada-Nya!
Dialah Allah!
Penolong aku & kamu
Pemberi rizki,atasku dan atasmu
Apa balasan kita?
Sudahkah kita menyembahnya?
Biasakah kita memujanya?
Sanggupkah kita mengagungkanya?
Dialah Allah!
Tuhan yang maha satu
Raja bijak diatas raja
55
Hidup dan mati kembali kepada-Nya
Begitu suratan jiwa-jiwa yang ada
Janji-Mu tidaklah palsu
Berbagai cara tak ada yang mampu
Mengganti denyut jantung tanpa kasih-Mu
Berpegang pada keyakinan
Dalam cahaya islam aku berdiri
Sungguh kau maha adil
Esok,lusa detik ini pun kau tahu aku
Dunia mudah dibinasa olehmu
Nyata kau ciptakan bumi yang luas
Serta langit tinggi tanpa tiang
Begitulah semua yang ada
Semua kembali kepada-Mu
Asal mula dari-Mu pulang pada-Mu
56
Perlahan kau ada di relung jiwaku
Ku menyambut akan putih cinta
Terikat namamu di tiang-tiang sanubariku
Sedikit-demi sedikit aku terkapuh
Biarkanlah begini
Kutuliskan perkelahian waktu
Dua hati
Gelisah dan terngiang
Butiran air yang terjalin indah
Kini menghiasi alam mimpi
Inilah surga mimpi yang akan nyata
Ketulusan
Kesabaran
Adalah bumi akan hidupku
57
Sekarat dalam rumah cinta
Beceritalah asal mula hakikat cinta
Takan ada kebahagian tanpa cinta
Perlukah cinta bersyarat sesuai naluri?
Belum harum bunga cintaku
Aku tak mau cinta bertingkat
Sampai detik masa remaja habis
Cinta bagiku obat jiwa dan raga
Ku rasa saat berlari haus cinta
Berjiwa rasa punya cinta
Kian banyak cinta bersyarat
Aku tak tahu aku tak peduli
Bahwasanya cinta anugerah manusia
Aku tak ingin cinta bersarat
Aku ingin cinta tulus darei hati
58
Dalam ruang hati yang paling dalam
Jiwa tak sadar akan mati
Diri-diri bergelimang harta
Tak mengingat akan musnah raga
Emas,perak dunia meminta hati
Membentuk surga paling indah
Kini kau!
Lari dai kematian
Bersiaplah
Ajal datang menantang
Bagi muslim sejati mati itu indah
Indah memandang satu mata
Tiap insan pasti pulang pada tuhanya
Mati itu suratan pasti ilahi
Ingat mati itu indah!
59
Bumi dan langit adalah dua hal yang berbeda
Bagaimana jiak kini bersatu?
Bayangan di benalu
Berhasil ku tuliskan sejarah kisah
Berjadi peta peristiwa cintaku
Kaya kisah
Khalayak pun ku ingin tahu
Kata mereka ini tak mungkin
Kita lihat,buka mata luar biasa
Cinta yang bisa
Cinta yang mudah di waktunya
Cinta berkata
60
Saat mentari menutup matanya
Aku menghembuskan matanya
Menutup pekerjaan raya dengan do’a
Waktu aurat terbuka di waktu
Astagfirullah
Bangunkan mata hatiku
Bebaskan
Bebaskan beban nyataku
Mata yang penuh kotoran ini
Tertutup menikmati haknya
Dimana kau panggil aku?
Bunga tidur ,resahkan dam membahagiakan
Ijinkan bertemu jiwa baru bersinar
Dalam bunga mata kadang tutup usia
Hati bertanya pada dinding
Seringkah raya terbangun?
Syahdu malamku dekat dengan-Mu
61
BINTANG-BIDADARI
Malam ini aku lukis suka-duka antara kita....
Dalam melodi sepi memburu waktu....
Tingginya bintang yang akan aku gantungkan...
Tertulis indah nama bidadari disana....
Bintang dan bidadari...
Hanya ini yang aku sanjung disungging sunyi
Kapan kau akan disini?
Membalut luka menutup lubang rindu...
Kau adalah bintang-bidadariku...
Yang meski aku selimuti dengan ketabahan...
Kadang hati murka harus memilih....
Dan mulailah jiwa meradang,hingga tersayat...
Ku biarkan luka ini menetes antara tali cinta...
Pasir putih di luar sana menangis..
Menatapi, aku mengalah dengan rotasi rekayasa...
Lingkaran alam memudar,...
Aku harus tetap disini menulis,menerbangkan topi juara
Bintang-bidadariku
Kau adalah dua nama satu cinta...
Apakah aku bodoh bimbang memilih kebebasan...
Hal baru aku mengenalimu dalam malam yang hilang..
Secangkir kopi yang berbisik menajamkan mata...
Disini aku menunggu,terus bertanya lewat sajak palsu
Disitulah kau ku puja dan kudoakan...
Ini adalah jejak telaga kebahagiaan yang jauh,...
Perjuangan yang panjang untuk bisa bertemu..
Kamu lah pundi-pundi cinta aku kelak....
Bintang-bidadari...
Kau adalah sinar harapan...
Jangan kau hilang dan pergi.....
Aku setengah sempurna punya jawaban terbaik..
Kau alasan terindah aku mengejar mimpi..
Lihatlah langkah dan ucapan indahku..
Ternyata aku tak kuat jika kau tak ada...
Meski selama ini kau(bidadariku) merenggut ini tak seijinku...
Bulan ....
Saksikanlah aku memeluk bintang-bidadari...
Restui aku menjemput,dan membelai wajahnya
Jangan beri aku kesedihan dengan memisahkan kita
Bintang-bidadari
Ini aku yang butuh cinta dan sayang....
Suara manja yang memanggilmu nun disana..
Menunggu jawaban belahan jiwa yang tulus,...
Berharap bisa menua bersamanya....
Bintang-bidadari
Bersedialah sejenak sampai aku menutup mata...
Agar aku bisa mengheningkan kedamaian rasa,dan cinta
Keyakinan yang takan ku jual..
Meski di akhir kisah aku diami sudut sempit dan sunyi..
selasa 2012-08-14/21.09
akh,....................kurang seru
BalasHapus