Komunitas Bermula Creative Garut Selatan

Kamis, 03 Januari 2013

kumpulan puisiku

Pikiran dimalamku melayang 
 Dentang detik tak pasti dihari 
Nyanyian malam yang riang 
 Lantas dimana kau rembulan? 
 Ku penanti
 jauh dan pencari Melintasi surya 
kau kucari Satu wanita dalam hati Takan terganti oleh 1000 wanita bidadari Rembulan! Kau ruang hati dan puisiku Kini telah kau balut kesendirian Namun kau rembulan jauh Kau dimana? Penanti telah mencari 1 Hanya sekali ku hidup Ijinkanlah aku menemani Kan ku buat kau tertawa Bila kau percayakan aku Biarkan ku mati disampingmu jua Namun hati tetap bersama Jangan resah meski kau menunggu waktu Aku pasti bersama Untukmu aku ada disisimu Beryanyi,berpuisi,bercerita semangat Di sisa nafasmu Ku ingin kau tersenyum Dalam pangkuanku 62 Lapuk kata tersimpan disepucuk hati Terendam disebatang tulang putih Ditulis untuk guruku yang kutiru Saat ia terangi hening malam Kata - kata ku goreskan Tiada jasa tuk dibaktikan Melainkan bingkisan hati terukir Dalam tawa berganti sepi Guruku,maafkan aku! Dariku sekedar senyuman dan do’a Sebutlah bingkisan terakhirku Dihari ini pula Aku tingggalkan jiwaku Guruku, maafkan aku! 2 Sadari kecil sampai usia muda aku di desa Tak kuingat kan punya cita Tak ku pikir kan hidup sendiri Bahwasanya ku tak ingin kaya Lahir batin ku serahkan pada yang kuasa Pertama takan ku susahkan orang lain Apalagi membunuh seekor lalat Hatiku terus melebur tak membeku Marahkah tuhan padaku? Seandainya ku punya cinta dan kaya Wajarkah aku serahkan pada hari esok Sekarang tak sama dengan kemarin Akankah waktu berubah? Perdetik waktu terus berganti beda 63 Ketika aku mulai menyadari aku cinta Kata sutera bercerita Di dua insan Berkilau bagai mutiara indah Menyulam hati keduanya Kini waktu tenggelam dalam kolam cinta Hari berganti tanpa permisi serta Waktu tinggalkan bukti membisu Dalam memori penuh aksi Pemuda memutar kata-kata Kegalauan dalam aliran sungai hati Mengiringi asa yang sempurna Dalam hubungan asmara tanpa dinding 3 Bintang-bintang bermuka di pagi Gunung-gunung menyambut riang Kemana lagi ia pergi? Sesudah bermuka di bumi Berjalan berlari demi desa Bintang-bintang membuka jendela pagi Dimana sekarang ia? Ditanganya membawa kunci Ia pun mampu merambak desa lama Sekarang ia berjalan di kota Disnalah! Bintang-bintang pagi Benarkah itu engkau? Mengalirlah kau menuju lautan Kini ku menyambut hangat cahayamu Bintang-bintang pagi Tetaplah merdeka Merdeka!demi desa 64 Aku suka karena rasa suci jiwa Sekarat sukma kala terbayang 24 jam aku gelisah dan termenung Coba merangkai kata murni narasi Ku ingin mengungkap isi hati Tulis rasa putih untuknya Sebiru langit jantungku Seluas kata di samudra hati Cinta yang pertama Lumpuhkan jejak pikirku 24 jam membisu olehnya Hati telah jatuh dalam pelukan jantungnya Rasa yang mengalun membawa hasrat jiwa Mungkin hati benar dia untuku 4 Ratapan mata yang jatuh ke bumi Semua rasa menggelora Harum aroma cinta ketika hidup Takan ada pemisah bila cinta buta Pelangi cinta pengubah jiwa Nista hilang kalah oleh kasih sayang Hampapun musnah terkubur kesetiaan Tuhan!biarkan aku rasa Seluruh penjuru hati menanti Biarkan esensi cinta tumbuh menjulang Sekarang aku dirumah sakit cinta Jauh dengan kenyataan logika Persatuan emosi pertentangan cinta Saat hati retak mulai menyatu Harum cinta bau suci Hati pengharum esensi cinta Puisi tentang cinta semua tahu Bunga cinta mekar tetap sempurna 65 Wahai daun! Mengapa kau layu? Mengapa kau terbaring? Tidakah kau menghalangi semua ini! Mengapa? Kusadari ini kekuasaan-Mu Kau buatkan roda hidup bagi kami Hingga kami terbaring Dan tersyukur kering Wahai daun! Dulu kau di puja terbayang di mata Berganti harimu dengan layu Kau kembali kepangkuanya Ketetapanya takan bisa dibantah Bersabarlah! Kita masih dalam berkesempatan emas 5 Penjarangan seleksi pada wanita Berjuta kepahitan ku rasa Seribu udara cinta menerpa Keteguhan hati mengevaluasi diri Ma’na cinta dalam hidup manusiawi Jaminan hidup bahagia dan celaka Cinta bukanlah menyiksa jadi sengsara Jika mengerti memahami sebab hati Ku rasa adanya kesuburan cinta Cinta ibarat dunia pepohonan Yang mengharapkan kesempurnaan cahaya Meratanya rasa juga nada dalam hati Saat akal dan rasa ego menyatu Kawan dewasa! Pemuda-pemudi pandanglah wanita! Paling susah mendapat hati Tapi sangat mudah kau lepas ditangan Berdebatlah ego dengan suara hati 66 Sedetik insan hidup dan bernafas Tak berdaya tanpa kasih dan sayang-Mu Syukurku ya Allah Kau tanam Iman di hati Kala dunia guncang keadaan Sedih dari meratapi hari Dosa yang kian memuncak Hamba coba menembus syukur Syukurku untuk-Mu Dalam kitab-Mu (Al-Quran) petunjukku Ayat-Mu gerakan nadi hatiku Kini ku rela sujud setiap waktu Alhamdulillah ya Allah Terimalah syukurku 6 Kau takan tahu tentang daku Asal-usul akan diriku Semua rumus jalan langkahku Sepatah dua patah kata ku lukis Dalam gerak-gerik langkah hati Jika kau tahu tentangku Aku takan rela Permainan akhir mungkin caraku Kala keadaan gantung diriku Biarlah semua berkata tanpa raga Lebih dalam deritaku ari pada lautan Derita yang kupunya lebih Lebih dari seribu kertas bila kutulis Mestinya kau tahu aku dari dulu Kiranya kau tak bertanya hati Jangan cari jalan menuju arahku 67 Di tengah ujian dari-Mu Ya Rabby Hatiku terpanggil firman-Mu Sadarlah diri bagian rahmat-Mu Hadirlah ucapan lubang hati Ayat - ayat yang berkumandang Membasahi hati yang tandus Hati hitam penuh daki - daki dusta Biarkan hamba merindu-Mu Sebagaimana ku rindu berdiri tengah malam Air mata yang suci untuk mengingat-Mu Rindu hati mengadu padamau Firman - firman-Mu Pendamai khalbu penenang jiwa Bila waktumu,biar ku bertemu denganmu 7 Ku coba sadarkan hati kecilmu Tidakah kau kagumi serpihan deritaku Biar luka menetes salah satu Aku,apa dia? Habitat cinta yang ada padamu Orang lain telah menjelajahinya Tiba saatnya ku hapus tentang langkahnya Tak sanggup ku tanggung sesal Keputusan telah jadi angkaramu Tak tahu bahagia atau kecewa Cinta takan rela terbagi Haruskah ku buka pintu hati untuknya lagi Relakah aku tuk melepaskanya Walau dia ambil tak seijinku Merobohkanlah asmara diriku Biarku jadi buku malamnya Tepat ceritanya berlalu Namun,sanggupkah ku membacanya Dikala goresan tanganya di depan mataku 68 Sebarkan agama “Allahu Akbar” Tergegas batin lara Terpanggil hati nurani oleh illahi Bersemangat pemuda - pemudi “Allahu Akbar” itulah Dirimu Pemuda – pemudi membenarkan yang bathil Membela yang hak Mereka senantiasa menyerukan “Allahu Akbar” tapi aku? Jihadpun tak kuasa Berharap dengan do’a Meminta padamu tanpa henti Usia yang layu mengering Mengatakan keagungan-Mu “Allahu Akbar” Do’aku menyertaimu Mujahid Walau sejengkal ku bisa maju Hatiku kau bangun kembali 8 Bila aku masih hidup Rawatlah aku dengan tulus Andai aku masih hidup Jadilah jarum waktuku selalu Tapi jika ku mati Jadilah istri terbaik dambaan hati Jangan taburi aku dengan air mata Apalagi hujan air mata yang membasahi tubuhku Jadilah pendamping ujung usiaku Kemudian kenang aku! Semoga kita jumpa saat nanti Aku mohon tuhan dengar aku Amien.....! 69 Bu,,, Dalam ruang sempit berlampu pijar Dan malam sepi yang dingin ini Aku tersudut yang beserta menangisimu Bu,,, Bu,,, Kebekuan malam bila datang Menusuk raga dan jiwaku yang lama Tiap ku pandang wajahmu di gambar Ku harap kau datang seketika Dan ku ingin kau hadir disini Bu,,, Bu,,, Kian banyak tanya hatiku Mengapa ku berani tinggalkanmu? Kapan kita bertemu seperti dulu/ Bu,,,? 9 Menghayal itu indah Melihat adalah anugrah Berjalan juga satu nikmat-Nya Bermain cinta itu hakikat Melangkah juga cara kita Terbayang adalah kasih syang mata Yaitu lentera hati dari illahi Bicara salah satu kebesaran-Nya Mari gunakan untuk amar ma’ruf Biarpun sekejap bibir hidup Semua kasih-Nya yang tulus Ia Allah tuhanku! Manusia sempurna segalanya Aku termenung di sini 70 Bu,,, Ku yakin kita terpisah ruang dan waktu Kini jagoanmu hadir membelamu Tentu,karenamu aku hidup Bu,,meski kau bertahan sendiri Aku masih anakmu yang sejati Aku akan kembali berbakti dan berbagi 10 Ku ingin kau jadi bunga tidurku Ku ingin kau jadi jantung ragaku Ku ingin kau jadi bahtera hatiku Ku ingin kau jadi jalanku kala malam Ku ingin kau jadi langitku kala siang Ku pinta asamu biasa Ku pinta sepenuh raga jiwamu Ku rasa jiwa tak berpaling darimu Ku rasa jabatan hatiku bersamamu Cobalah kau rasakan kata suara hatiku Kan ku buat kau terbaik dalam hidup Kan ku buat kau puisi pertamaku Ucapan itu janji-janji ku Kata-kata itu kunanti bagiku Janjiku untukmu harus kupegang selamanya 71 Dalam malam menjemput pagi Ketika embun jatuhkan nafasnya Seiring alunan angin - angin cinta Semua menjagaku Bunda benar kasihmu seluas samudra Bunda,,, Hidupku laksana hewan Setetes air dingin hidupkanku Benar,,,benar,,,Bunda Hidup itu lebih curang Bunda,,, Seringku terhimpit bantuan dunia Dimana wajah sedih hati menangis Bunda,,, Sebagaimana pepatah dan do’amu Kan kuhadapi dunia Bunda,,, Inilah dunia baruku dan keadaanku Ku hidup dalam dunia kota 11 Siapa orang itu? Kemana ia pulang? Berapa lama ia berjalan? Mengapa ia tak di temani? Bolehkah aku bersamanya? Dimana sekarang ia tinggal? Ayo cepat tanya ia! Ayo segera hampiri ia! Mari kita bantu ia! Mari kita antar ia! Agar cepat menuju rumahnya Namun ia tetap membisu Ia tak dengar kita Akal ku tak mengerti 72 Senyumu pengubah ruang jiwa Aku dalam kesunyian nyata Katamu pengibur lara Tiada hampa dunia bagiku Sepatah kata disecarik kertas Ada senyumu menjenguk ragaku Indah kata - kata balasanmu Sampai tak mampu artikan semuannya Apalagi sajak senyumu Membekas jadi debu hati Jadilah rel kereta hati Terbuka cerah mata hatiku Dawai kata pena asmara Darimu aku bisa berusaha menyelam 12 Berjuta urain kata terucap di bibir Ku buat pembendaharaan kata yang indah Di beri tanda percaya dalam hati Hati takan patah tertiup angin Kata yang indah takan musnah Keterbukaan hati pada kertas putih Mencari sumber kepastian kasih Banyak cahaya menembus hutan hati Kini hati berbunga karna ia Ku buang kata-kata tak sempurna Begitu kata teori kata cintaku Saat aku terbenam dalam cinta 73 Pengah malam yang gelap sunyi Melihat bintang berlari Disamping rumah kecil beratap Orang lemah bermain api Pekerjaan yang tak bisa Berjalan tegak selalu keatas Terperosok zaman ia Malam pakaian badan Bintang tenis berlari Angkuh sungguh ada batas Api itu tipu daya Bintang membawa hati dengki Jaman pastikan berubah 13 Di kedua belahan bibir merahmu Tersimpan satu kesempatan hidup Untuk bermukim di kota hati Hatiku menggenggam raut wajahmu Bicaralah diriku pada bunga-bunga mekar Asmara yang ada buat aku gila Tumbuhlah kata-kata pepatah pujangga Kau pandai membuat senyum manis Di sisi pantai buah marahmu Aku terpaku penuh keluguan polos Senyum manismu abadi di diariku Ku pegang semua tebaran bau aromamu Aku tergoda senyum penuh cinta manismu 74 Kita bisa teteskan airmata tanpa paksa Lalu mengakhiri pergi kesana Cinta yang luka karna dusta Bersamaan saling menjauh Air samudra yang hilang Menyatu kembali jadi kebahagiaan Yakinlah,,,,! Kita punya pengertian di hati Segenap langkah jiwa Tak mampu mengubah waktu Hanya bisa melempar senyum Kusendiri terniang mati Mungkin kita takan bisa Kini ku berbeda dunia Tinggi hasrat menyatu kembali Takan satu dalam kisah nyata Aku akan datang dalam bunga malamu 14 Hati kosong tanpa nama dihati Mata ada di ujung kepahitan Menyesal memutuskan tali asmara Wahai cinta yang suci! Berikan kepercayaan akan tentramnya cinta Waktu yang kian berkurang Saat ini ku tak bisa bicara Hanya kerinduan dan keresahan tanpa asmara Rindu ragapun tak berharga Ku dengar baik-baik saat menjauh Tingkahnya pun ku abadikan Kekosongan meresahkan ruangku Kala mentari tak ada di bumi 75 Berada dekat tebing Surga dan neraka Ke elokan lenyap ditelan dunia Hari hilang entah kemana Penguasa jadi yang pertama dan utama Melainkan aku seorang pemuja Wajah kumuh tiada nama Air mata dan sesal yang jatuh Apalagi diri mudah diingat dilupa hidup melata di dunia murka Hidup tak kutangisi Semua dosa – dosa diri Tiap waktu ku tak pejam mata 15 Inilah kata secantik bunga mawarku Cara terakhir mengejar mentari baru Berhari-hari resah yang ada Malamku tanyakan cahayamu Saat hatiku menebar bunga perlahan Puisi-puisi cinta kian berjuta untukmu Namun ini puisi terakhirku bunga Alangkah indah rasa kata-kata Kata yang bertepi di hati Saat jengkerik tahu ku mengejar hati Bunga bertahanlah Bertahanlah,demi bagian hatimu Kau akan berbuah bersamaku 76 Menyalahkan jalanya keadaan Menghapus pagi menjelang siang Kenangan pahit dari pada racun Teman sejatiku hanyalah illahi Semua karna kau! Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu Tak pernah kau balut tulang rasaku Ku jahit sendiri sanubariku Yang sampai kau robek tak berarti Kini tak benar ku benci Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu Aku mengenang tuk renungan 16 Tergali hati di usia enam tahun lalu Berjuta tangga kujalani dengan ibu , Ayah Kau pergi kemana? Ku merindukan kata-kata pemimpinku Ayah,andai kau tahu Kaulah pigurku yang tak pernah marah Jiwa pemberani yang ku kagumi Namun waktu terlalu cepat memanggilmu Hingga beban kupikul berrdua Ayah, Kau pergi selamanya ketika ku beranjak SD Kata ibu kau pulang dan dipanggil tuhan Saat itu akulah yang bodoh Sukaria kalo ayah tiada 77 Ya allah peganglah hati ini Hati yang terluka tengah melangkah Ku tak kuasa menggapaimu Hati terdampar di bebatuan karang Ku tak tahu penawar racun batinku Bisakah airmata kadi amalanku Ya Allah Ya Robby Ku tak bisa tempa dosa Tak berdaya menahan siksa Waktu melaju laksna perahu Mengapa neraka,surga untuku Telinga tuli tak mendengar Mata buta tak melihat Batin menjerit mencakar hidup Menggapai yang hakiqi Berlari terus memburu mentari Ya Allah kuatkan lagkahku 17 Ayah di benaku tiada kehilangan Sukmamu yang bicara menangis Bila kau ada gunungpun bisa ku peluk Karna kau pemimpin terbaiku Temani baik kala hujan berganti kemarau Ayah, Waktu kau panggil aku Aku membisu tak mengerti pucuk katamu Sedihku tak memelukmu Dalam usia 17 tahun ini Hidupku jadi buih lautan Mengharap menetes jadi air sejati 78 Kita terasing ditepi dunia Tak mendengar apaligi melihat Mana pahlawan kami Urusan politik,ekonomi kita buta Karna dasi berkutsi cekik kami Membisu Merunduk Itulah kerja kami Jujur kami di terlantar Andai kau amanah Kita takan benanah darah Lihat,tataplah wajah-wajah kami Kita indonesia Dari berhasil sandiwara dan kursi Jujur kami diterlantar Andai kau amanah Kita takan bernanah darah 18 Saat ku lepas pegangan tangan hangatmu Ku berjalan melayang di angkasa Janganlah memuja demi cintaku Detik ini aku mengenangnya Kasih! Don’t cry for me porefer! Kenangan-kenanganku berharap simpan Beribu cintaku tak berarti bagimu Bukan aku! Bukanku mudah pijakan hati ku hati Melainkan ku tahu sikapmu Wahai kasih pernah di cinta Nun jauh ku harus pergi dari cinta ini Don’t cry fior me porefer! Aku mengolah demi cinta hati Sebelumnya hatiku tak punya mata Hari ini ku tahu tentangmu 79 Kami hanyalah suara trerumputan jalang Dunia sandiwara perkosa jiwa-jiwa Jujur kami diterlantar Ucapan tak terlupa sepanjang masa Berperan pelajar dan pengajar Aku meniti tangga demi tangga Kau pegang aku kalo berjalan Dijalan setapak menuju raya Hari-hari kau kasih sinar dunia Melangit pengabdianmu bagi manusia Dimana dulu kau lantunkan huruf “a” Dalam jalanku yang berbatu Kini senja mulai bersinar Apa jasaku untukmu? Guruku...! Bimbing...! 19 Di padang hati kau singgah Mungkin,saatnya lepaskanlahn dariku darimu Ku mohon,demi cry for me porefer Sahabat, Ku simpan ungkapan hati bertinta di bukumu Janganlah hatimu menghapus aku Ku pinta ketulusan dada selama bersama Sahabat berjanjilah kau takan makan bagian hidupku Mungkin terlalu cepat dihapus oleh butiran air mata Semua tentang kata yang penuh tragedi Sahabat Dulu kita bersama pergi mencari jati diri Akupun teranjat memasuki lubang hatimu Sahabat Rawatlah aku di bingkai hatimu Meski ku tak jadi berada disampingmu 80 Bimbing aku seperti dahulu Tutur sapamu selalu dibenaku Kau guruku yang lugu Pengajar tak kenal lelah waktu panas Pendidik yang bijak kala bicara Kau guruku Guruku yang sejati Pendidik tak menganak emas Serta penuntun tanpa malu Menjelajahi pasar-pasar orang kota Ahir perjalanan Menukar ditukar kata-kata Berlayar di tempat ramai Pencarian tujuan sama kepasar Berlayar berkumpul satu di pelabuhan Kita berani menghadapai badai gelombang kota Tiada sama penghasilan kita 20 Kontak batiniyah aku,kamu dan dia Terpecah berkeping sesal Tiap-tiap rasa perwakilan hati Takan mampu menyatu kembali Waktu antara aku,kamu dan dia Potongan kata yang telah terucap Tak bisa kurangkai lagi Semua hati terputus melayang hilang Yaitu antara aku , kamu dan dia Acuh tak acuh hati yang tersisa Mata hati semua buta Semua berpisah tak bersyarat Antara aku,kamu dan dia Satu hati terbagi dua masa Akhir sesal aku salah besar 81 Memperbanyak kata pelayaran Perlu pengalaman,pengetahuan Kita tidak ingin ada yang tenggelam Para pelayar Kita bertujuan sama Namun cukup berlayar di kepala saja Tikus sawah tak telihat mata Bicara harta dia mudah Lupa ucapan basa – basi Dia lupa dengan siapa,dari siapa? Terus meninggi mendpat kekenyangan Langit hidup yang indah di buatnya Melampun syahdu olehnya Tak ingat petir menyambarnya Ke tempat pertama ia kembali Orang pembunuh berjutaan nyawa Penghancur milyaran harapan Tikus di lembah kau pantas tinggal 21 Berdesakan suara di hati berupa nafsu Bukan lelaki sembunyi tangan bagiku Terjebak amarah oleh orang ke tiga Wahai,orang ke tiga Mengapa kau teror dengan kata-kata dusta? Berkata di bibir lain di hati Hati siangpun kelabu Penyesalan di kemudian Emosi ajarkan sikap sabar Apa yang berkobar di hatimu Labih panas ketika kau lukai tubuhku Kau perebutkan benda tak bermakna harga 82 Letusan batin hati pahit keluar Lembaran catatan hati terungkap Derai airmata membasahai Hari-hari jadi tangisan Bahagia,duka,suratan dunia Kala dunia tak adil aku merenung Apa ini hidup manusia kecil? Bagai hewan melata di hutan belantara Kaya,susah,rasuki pikiran jernih Mungkin dunia tak ada bagiku Inilah hidupku 22 Cinta memindahkan segalanya Sampai memakan rasa lalu menelanya Tinggalah asa sempurna Memborak barik artian hati yang indah Rasa terpadu melahirkan asmara bercahaya Mempunyai kepercayaan dua kerinduan Melemahkan kecemburuan mata Power cinta berpegang kepastian Menuju duta bahlero hati abadi Power cinta tiada duka Melainkan pengertian dan pituah Cinta harum dalam rindu Rindu jadi sayang takan menyakiti Samapai hati terpisah waktu 83 Lebaran sejuta senyuman manis Memasuki celah hati yang gelap Aku mabuk senyuman Diri tak bisa berdiri Ada apa di ujung senyuman? Kau lempar senyum sebatas berjalan Kau tipu aku serta orang-orang buta Manis madu di campur racun Sampai aku gila Kau, Kau pemberi senyum kosong Terbayang dimata kau senyum palsu. 23 Siapa yang mamapu memebaca hidup? Selain hati suci dari penyakit Kita kenali 9 penyakit hati Terang-terangan bicara pada diri Sebagus apa ahlakmu? Seluas apa hartamu? Setampan siapa dirimu Semua sudah kehendak illahi Karunia dan ujian Perlahan membuat perpecahan kata Apa dayamu? Siapa dirimu? Semua kehendak illahi Kita kenali dalam karunia dan ujian 84 Kemauan bengkok dengan kata Kala kau beranjak di dunia remaja Banyak wanita tersakiti olehku Mereka pedih hati di ruang hampa kasih Pertama ku ucap kata – kata pujangga Tak pernah berkata kata baku Menajam hati atas pandangan Kemauan itukah naluri? Kemauan itu angin topan Tiada penghenti langkah Sedalam laut dunia itulah masaku 24 Seindah ucaapan hati yang rela untukmu Terukir di sepucuk kertas bertinta Mengalunlah ayunan sejak indah Saat goresan tanganmu temui aku Keriangan hati tuk membalas Ku mentari berani mati Berjuang tak kenal lelah Bacalah kertas emas ini! Kau pasti kan tahu tetang aku Sebagus kata pilihan yang kutemui Surat darimu lebih menyentuh ruang hampaku Penuhlah angan dengan surat-surat berharga Ku tak mampu tiru karya tanaganmu Terkesimalah hati dan ragaku Yang penuh keromantisan dunia cinta 85 Menapaki hidup dalam kehidupan Dunia besar bisa ku gapai Bersentuhan dunia bertopang Seiring gulir jalan langkahku Kini terhenti di tengah cerita Diri kecewa hatiku luka Dadaku takan berhenti mati Aku itu ada! Mencapai hidup dalam kehidupan Banyak laskar sabar bertahan Ternyata hidup itu susah 25 Dikala keyakinan saling bertolak belakang Keluarga tak berharga Aku mengadu pada-Mu Bagaimana, mengapa bisa? Biarkan ku pegang al-qur’an dan as-sunah Tak peduli ribuan kata mencerca muka Jutaan pedang menggorok leher Ku yakin Allah & Rasul-Nya Datang bersamaku Kubiarkan musuh mengintai Saat bingung aku bersujud Akal dan hati membenarkan hanya Allah penolongku Qur’an & Sunah di hati sampai mati 86 Berbelok-belok jalan kampungku Nan disana kampungku indah Di mataku sawah luas, sungai jernih Dan gunung seksi Mereka menarik – narik hatiku Rindang pohon menyuruhku pulang Bayang kampungku selalu terbayang dan terniang Rasaku pergi kesana Namun,ragaku tetap tak melangkah Dlam kamar sempit aku merintih Bayang kampungku Tetap terkenang dihatiku 26 Bersinggah orang asing pertama di hati Raut muka mengundang aku datang Bagaimana aku bisa mengambil hatinya Serta mengantarakan perasaan yang terbang bersama Terniang suara saat ia berkata Kau orang asing pemikat jiwa Dalam firman cinta ada pandangan mata Ku tak tahu dimana tempatmu Ku tahu bagaimana senyumu Hadapkan selalu hati ini untukmu Bermain mata yang tak ku sangka Saat mata mulai bicara dirimu ada di hati Begitulah kuranya kata-kata remaja 87 Wahai,tinta emasku! Tinta shabat setia tiap waktu Kau kan menghilang dariku Kau kan hapus hidup waktuku Tolong,lihat aku! Waktu habis saat-saat bersama Kau tulis teka – teki dunia Bahkan kau rela mati untukku Yang tak hisa mencintai karna sesuatu Wahai,tinta sahabatku! Kau shabat terbaik dan terbijak bagiku Tinta shabatku! Kau tinggal kenanagan smp Seribu permohonan jiwaku Kau tetap melangkah pergi Biarkan aku jabat tanganmu! 27 Malam gelap Penuh ketakutan Hamba sadar bertumpuk masiat pada-Mu Sepatah kata tak pernah bermakna Kian berjuta kata-kata berdosa Wahai rabbku Berilah seluas laut ketenangan bagiku Aku jauh dari orang saleh Mata penuh kotoran saat menatap Ya Allah Wahai Rabbku Berilah air surga padaku Ku cari hidayah kini kehulu Janganlah kau lemparkan ku ke kedustaan 88 Kertas putih Bagian hidup semua orang Kau hadir saat tak berdaya Aku ini seorang kelana Hidupun tak punya makna Kertas putih Segudang pengetahuan kau punya Berjuta cerita kau tahu Ku harap kau tetap bersinar Kertas putih Sulit ku temui hati setulus hatimu Jangan marah pabila kusalah 28 Menikmati keelokan dunia asmara Ditengah alam bebas ini Udara cinta bebaskan pikiran Suasana-suasana alami yang abadi Semua dapat di temui dan di gapai Bila kita bisa bergaul dengan cinta Kenalilah cinta murni oleh hati Senantiasa memperlihatkan keindahan Cinta jua mempertemukan kemenangan Suasana cinta yang bergemuruh Berbentuk aneh datang nyata Cinta bergemuruh Menjadikan hutan lebat dan sungai jernih Itulah hakikat cinta bergemuruh 89 Mencintai yang tak pernah sehati Rela ku gadaikan waktu Wahai sang waku! Berikan hatinya untukku Rasaku ini abadi Kerilu,hati gelap membeku Wahai hati! Sempurnakan barisan hatimu Ternyata hatinya bicara Ku tak percaya itu Kan kutaklukan hatinya Harap Sekedar mengaharap jiwa dan ragaku Esok hati kan bernyanyi 29 Bersujud di kaki langit Beribu – ribu tahun aku menunggu runtuh Seandainya waktu beranjak secepat kilat Aku pun takan bersimpuh malu Kenangan tinggal angin lalu Dengarlah daun-daun itu menangis Mereka tersenyum kala pagi hadir Petang kembali layu perlahan Aneh mereka tetap bersujud walau gelap Gerangan apa bersujud pada langit Tumpahan air mata hati membasahi Mereka tetap mengemis pada peninggi 90 Aku mencintaimu Bagai orang menggantung asap Diatas langit tertulis hidup denganmu Kau pandai bohongi jiwa Jatuhkan aku di sungai rasa Di penyesalan ruang hati Serta pertimbangan akalku Kau robohkan benih cinta suci Biar ku pinta satu padamu Walau tangis air mata habis jadi lautan Namun ku lihat kau tiada 30 Hari ramadhan keindahan bertaburan Na banyak pahala menjanjikan Rasa abadi dalam ruang hati Ya allah periharalah hatiku dari badai Dalam ramadhan ku bahagia Takkan terganti diluar bulan penuh hikmah Saat berbuka bersama Terang bumi dengan ucapan pujian Kutemukan hikmah seangkasa dibulan ini Tak tau titik akhir ataukah Titik ujung aku dipercaya tuhanku Namun kurasa kini bahagia Bahagia Bahwasanya ramadhan berhikmah Dalam cobaan berusah payah Aku itu tanaman tandus Berharap hujan turun tiba-tiba Tiada Kadang aneh Orang pada membawa air Setetes air untuk kelangsungan hidup Disiram pada pohon besar Aku kering,aku lapar dan haus Biarkan aku mati sekarang Menyerap air dalam tanah Akarpun tak kuasa Pada siapa ku berharap akan air? Ranting,daun muda layu Sungguh tak guna aku ada Putuskanku sebulat bumi Kan kuahiri waktu yang berdentang Biar aku kekeringan tumbang 31 Dia yang kurindu Yiada saat kunanti diuhati Kemana seterusnya angin membawa Mungkin ia terapung dilautan Semua yang ada aku tinggalkan Saat mawar gugu aku menangis Ia jauh diri,miskin penuh keringat darah Saat mendapat dunia penuh berlian Ku harus hapus dengan tangan Maafkan aku! Ketika cinta putih berair hitam Harus ku kubur dalam tanah tandus Dia yang kuharap Tinggalkan hari Aroma bau cinta yang menggema Menghampar bukti sejuta kenyataan Kau tak muncul di balik tutup muka Hati seindah awan hilang Cinta putih secantik bunga sirna Sinar di atas terbing saat bersama Bicara kadang tanpa mata Bukan kata – kata pujangga Membunuh hati dengan dendam asmara Terbawa kebahagianmu , kecewamu Berbuah aroma cinta palsu Tak henti langkah pohon sudah berjatuhan Melayang – layang hati hampa Sikapmu, bicramu,menjauh di angkasa Aku tertidur olehmu 32 Semua nyanyian malam berterbangan Membawa hati yang bimbang Hati hilang melintasi awan Apakah jendela hatikan terbuka? Terbakarlah perjalananku Bumi saat berganti cerah Menyerahkan bumi pada sang hari Andai langit hidupku terbelah Jiwa-jiwa tak berharga Siapa? Siapa? Gerangan matahariku itu? Biarkan! Biarkan aku terbang Biarkan aku Hanyut oleh deras air sungai 33 Detiku sangat berarti Dalam sebuah kamar kecil asmara Rintihan hati bayangkan dunia Saat udara malam dan bising kendaraan Keduanya resahkan aku Hari ku lepas tanpa ibu dan ayah Kini lampu pijar berwarna merah harapanku Aku tersiksa oleh paksaan cita Peristiwa di kamar kecil asmara Ayahku,serta ibuku lihatlah aku! Mungkin kaliankan menangis Mungkin kalian kan bangga Karna ku berperang padang waktu Peristiwa di kamar kecil asrama Aku sedang yatim mengadu Ya allah selamatkan aku juga keluargaku! 34 Nada penyelimut bintang hati Ketika jiwa terbangun di lelah malam Apa nada sebenarnya di hati? Siang penuh pegunungan diri Dan ribuan gelombang menanti Aku berusaha membuang sampah hati Bunuhlah, malu, takut dalam rasa Dalam mata jalan bertepi menanti Kalau bernada getran hati Genggaman cita-cita di dasar hati Kubaru memburu mentari Demi nada di hati Nada yang kini memecah sunyi Tanpa badai dan bisih Nada itu perahu hidup 35 Kallamu penyentuh setiap langkahku Pengubah kegelapan , kesesatan nyata Dalam rentang jaman berlalu Telah terbakar insan rayuan syetan Kini isalam datang penentang Menyiram,mencuci jadi cahaya suci Berbelenggu hidup Serta akal- akal busuk kembali Reruntuhan setan menimpa insan Di tengah rambu-rambu dunia Syetan menembus hakikat perdamaian Pondasi tauhid,aqidah islam Pencipta perdmaian baru hati Keluar dari gelap berdiri dalam terang Kallamu pembaharu jiwa-jiwa tenang Terbebeas belenggu jahatnya malam Hingga pagi tetap menjelang siang 36 Hakikat-hakikat dalam islam Mampu mnegur akal sembarang Menghias hati dengan ajaran illahi Jiwa angkuh luluh lari dari hati Semua hati tentram Damai oleh-Mu ya Allah Bisik rindu hati mengadu Kalaulah penolong Pemejam hati dalam keresahan Ku rasa indahnya agama islam Dengan Ridho-Mu ku berjalan tenang Kurasa bekerja dengan kuasa-Mu Ikhlasku dalam islam agama-Mu 37 Sepenuh hati menyayangi Setulus rinduku untukmu Batin menangis kalakau tiada Waktu di sebrang kau ada Tali hati wajtu bersama Takkan sesal aku menunggu rindu Dalam pendirian membangun kota berdua Memang ada lara hati memebeku Tak tahu aku mengharap ,memaafkanmu Di sebait puisi tragedi diri Berpaling aku takan terjadi Apalah mencinta itu bila mendua Tetap ku tunggu hadirmu 38 Bening air telaga mata di wajah Pagi membayang terang sinar Asmara terpisah keadaan kita Alunan puisi – puisi indah terpisah Aku,kamu berjuang tak berarti Harap baruku lalu berlalu Lisanku takan bengkok Kuharap cinta tak murka Aku sendiri tanpa sadar Air telaga mata tak terbalas Asmara berbanding baja Ini sikap bukanlah hikayat kita Asmaraku cukup diakhir kata Takan ada cinta berkisah sempurna Selama ada pemisah yaitu angin Pastinya asmara kita jauh 39 Di dunia ku tak mengenal lentera diri Buta jalanku,di sekelilingku kabut asap Punya mata tak guna Miliki hati kini mati Bisa bicara tak berharga Kini hari semakin gelap membisu Diri tak lagi temui lentera Jauh,duniaku,gelapku Tersungkur korban nafsu buta Sampai tenggelam aku dilaut hitam Terseret pula desir ombak penjahat Jauh,du niaku.gelapku Mudaku seutuhnya tersesat malu Menyesal ku dalam gelap Terus menerus aku jatuh Gelap ternyata takut Gelap langkah.kata,serta hati nurani Jauh,duniaku,gelapku 40 Engkau yang beri segalanya Renungan alam hidup akan mati-Mu Pembangun Khalbu Ku berbuah cinta Kalla-Mu mengikis waktu busuk Biar ku dekat dengan-Mu Karna kau ada aku juga Engkau adakan Waktu dimana hanya embun yang tahu Ku berdiri, bersujud, tasbih Ya Robby itulah shalat malamku! Ya Robby jikalau kau kabulkan do’aku Ku pinta usia jalan Hidupku panjang Biarku dekat dengan-Mu 41 Ya Robby musnahkanlah dosa akan aniaya Akanku gapai pahala meski diri mati Dipertemuan hanya untuk berdua Selalau ku minta Mengesakan-Mu tanpa sekutu Hati yang tertiup angin liar Benaku terus merenung berpikir Bagaimana tentang asal-usul diri? Berharap sambil ku hapus lagi Mengapa semudah ini ku mengagumi? Berpikir lagi sejenak Bagaimna bila aku masuk kejurang? Suara-suara terus memperolok aku Tak peduli, aku hiraukan mereka Betapa bagus mata dan paras wajahnya Oh,,,,,mata! 42 Mengapa kau pernah memandangnya? Cepat jawab tanyaku! Alangkah manis ia tersenyum Seiring nakal pikirku Hanya menggeliat dan menguap Sayang Sayang sekali nasib ini Aku ini debu pinggiran kota Tiada lain aku anak desa Suaraku takan berguna jika bertanya Mimpiku secara sembunyi-sembunyi Sengaja ku kumpulkan untuknya Kau salah teringat meski sepintas berjalan Mungkin baiknya ku tak pernah melihat Hati tersiksa siang penuh rindu Aku laksana cacing kepanasan Namun aku terus bertahan tersenyum Angin sampaikan salam rindu malam ini Katakan pula aku jatuh di lubuk hatinya 43 Tiada tempat hati mengadu diri Oh tuhan aku selalu melihatnya Hancur hati atas pandanganku Tidak,,,,aku takkan putuskan kata hati Samapai detik ini aku tetap tegar Birahi jiwa hilangkan perbedaan Kini ku dekati tuhanku Lepas sujudku,bintang jatuh dihadapanku Ia terus menghampiriku Sebelum pajar datang Aku sadar birahi kuasai hati Wahai sahabatku! Kuasai biarahi oleh hati Kuasai oleh sentuhan agama Kau,terperdaya, terjatuh dibayangan buta 44 Melangkah di awal gerbang dunia Cita-cita luhur menjulang ke angkasa Menelorkan berjuta kata-kata Puncak dunia tak bertiang Ketenangan hanya ketenangan Bara hati meninggi Meleleh semua harapan yang ada Hanya racun yang kita makan Aku harap kita tenang Politik,ekonomi,sosial budaya itu hak kita Namun jiwa tak tahu Siapa orang yang berlain maksud hati? Ketenangan hanya ketenangan Tenang membawa kita damai Tenang membawa kita aman , tentram Tenang membawa rakyat senang Dulu ,pak karnolah yang tenang Berhasilah ia memerdekakan negara Untuk hal ini kita semua butuh tenang 45 Kau jantung raga ini Pelita hati jiwa terdesak arti Kau pula jarum disetiap langkahku Disitulah aku tahu kamu Kala murung wajahku Kau penuhi dengan kasih suci Serta untaian kata-kata mutiara jiwa Kau pula sambut pagiku Aku terbangun mencari jalan cahaya Saat ku berjalan sendiri Kau jua bumiku saat ku pijak Namamu tertulis di angkasa Jadikan hatimu-hatiku satu tujuan Untuk saat sama-sama berjalan melangkah dunia Dirimu,diriku itulah satu hati cinta Jangan kau hilang ditelan waktu Jika malam datang karna kau pelita diriku 46 Dirimu penawar kesedihan hati Pengusir kesunyian yang tiada tara Kejaran mentari pada waktu pagi hari Ditemui bermiliaran keindahan alam Jangan sentuh embun yang riang Benang hati yang panjang ini Ku olah sempurna untuk dirimu Malam saat aku terlelap kau hadir dalam mimpi Jangan kecewa bila salah sikapku! Dirimu Bangunkan pagi yang sepi Kau mutiara lara Kulihat pancaran mata setiamu 47 Mati dan hidup kini renunganku Aku tahu mati kan menjemput Aku tahu hidup kan dijalani lagi Mengapa ini terabaikan? Tak tahu dan mengerti siapa diriku Bagai debu dan daun tertiup angin Mengapa aku bertanya padamu? Sungguh buta tanpa tongkat 48 Seseorang membawa berjuta kehidupan berbagai cara dilakukan Menjerat dengan tingkah suci Semua salahku Tiada lain kau binatang Lintah cinta Kau hisap darah yang ada Raga sekarang meratapi mati Jua kau ubah jiwa-jiwa mati Saat berbaring mengadu Memang kau pantas di panggil Lintah cinta Pengubah hati jadi sunyi Kau kubur aku perdetik Bagai api dalam sekam 49 Saat jiwa ragaku menyatu Hidup tanpa asa sempurna pasti Hanyut oleh akhir deras jiwa Tak bisa temui jati diri pribadi Dalam dunia nyata pana Orang-orang menjepit khayalku Kaki beranjak pagi di suasana bisu Takutlah jiwa ragaku kini Dunia pencakar hati Aku menangis Aku terkubur mati Sesekali ku ingin mengintai dunia Tuhan jangan biarkan aku terjatuh 50 Sedikitpun kini berarti Bersama dengan dia kekasihku Arti kata kini berarti pasti sesaat kenangan telah terbuang Ketenangan,kebahagiaan kesedian Angin kembali dibagi Inilah cinta tiada terkira Pada percintaan ketenangan Sayang biarkanlah aku sadar,,, Aku terlalu egois Arti cintamu baru ku rasa Dan sebelumnya aku tak percaya Aku rindu kamu 51 Indah malam menebar sepi Hamparan bumi yang membentang Aku berada di bawah langit tinggi mempersiapkan jutaan bintang-bintang hati Malam ini bintang-bintang berkumpul 1000 cahaya yang berkilauan Mampu menembus hatiku Dengan belajar ku sambut ia Terucap usia di langit dengan bintang Dalam pertemuan dengan tuhanku Ku alunkan do’a do’a terbaik Demi tergenggamnya bumi ini Menyambut dunia Bukan dengan air mata Aku akan berusaha 52 Berlomba Aku akan makan tulang Semi usiaku yang kian memanjang Air bening dahulu jadi tercemari Kini aku makan hati Jutaan angin menusuk ragaku Karna aku keras hati terhadap janji Pelan-pelan ku kan berlari Mulai ku satukan tanganku Biarlah-terlambat Biarlah tak dapat Biarkan aku berjalan–jalan Semangat tetap menyatu di hati Aku tahu mengapa hal ini terjadi 53 Bumi yang penuh debu-debu penyakit Saat hamba melihat malam berlibur cahaya Betapa lemah dan hinanya diri ini Tiada lain hidayah yang hamba harap Setahuku takan ada buah tanpa pohon Dalam hati,aku bertasbih Bayang dunia tiada aku damai bersama-Mu Tidurku hidayah dan karunia-Mu Jawabanku ada pada diriku Saat terjebak khayal palsu dunia Hati roboh tanpa iman Hidayah-Mu Menanti aku mengingat-Mu 54 Dialah Allah! Sembahlah ia yang maha satu! Pujilah ia yang maha kaya! Agungkanlah ia! Panjatkan syukur pada-Nya! Dialah Allah! Penolong aku & kamu Pemberi rizki,atasku dan atasmu Apa balasan kita? Sudahkah kita menyembahnya? Biasakah kita memujanya? Sanggupkah kita mengagungkanya? Dialah Allah! Tuhan yang maha satu Raja bijak diatas raja 55 Hidup dan mati kembali kepada-Nya Begitu suratan jiwa-jiwa yang ada Janji-Mu tidaklah palsu Berbagai cara tak ada yang mampu Mengganti denyut jantung tanpa kasih-Mu Berpegang pada keyakinan Dalam cahaya islam aku berdiri Sungguh kau maha adil Esok,lusa detik ini pun kau tahu aku Dunia mudah dibinasa olehmu Nyata kau ciptakan bumi yang luas Serta langit tinggi tanpa tiang Begitulah semua yang ada Semua kembali kepada-Mu Asal mula dari-Mu pulang pada-Mu 56 Perlahan kau ada di relung jiwaku Ku menyambut akan putih cinta Terikat namamu di tiang-tiang sanubariku Sedikit-demi sedikit aku terkapuh Biarkanlah begini Kutuliskan perkelahian waktu Dua hati Gelisah dan terngiang Butiran air yang terjalin indah Kini menghiasi alam mimpi Inilah surga mimpi yang akan nyata Ketulusan Kesabaran Adalah bumi akan hidupku 57 Sekarat dalam rumah cinta Beceritalah asal mula hakikat cinta Takan ada kebahagian tanpa cinta Perlukah cinta bersyarat sesuai naluri? Belum harum bunga cintaku Aku tak mau cinta bertingkat Sampai detik masa remaja habis Cinta bagiku obat jiwa dan raga Ku rasa saat berlari haus cinta Berjiwa rasa punya cinta Kian banyak cinta bersyarat Aku tak tahu aku tak peduli Bahwasanya cinta anugerah manusia Aku tak ingin cinta bersarat Aku ingin cinta tulus darei hati 58 Dalam ruang hati yang paling dalam Jiwa tak sadar akan mati Diri-diri bergelimang harta Tak mengingat akan musnah raga Emas,perak dunia meminta hati Membentuk surga paling indah Kini kau! Lari dai kematian Bersiaplah Ajal datang menantang Bagi muslim sejati mati itu indah Indah memandang satu mata Tiap insan pasti pulang pada tuhanya Mati itu suratan pasti ilahi Ingat mati itu indah! 59 Bumi dan langit adalah dua hal yang berbeda Bagaimana jiak kini bersatu? Bayangan di benalu Berhasil ku tuliskan sejarah kisah Berjadi peta peristiwa cintaku Kaya kisah Khalayak pun ku ingin tahu Kata mereka ini tak mungkin Kita lihat,buka mata luar biasa Cinta yang bisa Cinta yang mudah di waktunya Cinta berkata 60 Saat mentari menutup matanya Aku menghembuskan matanya Menutup pekerjaan raya dengan do’a Waktu aurat terbuka di waktu Astagfirullah Bangunkan mata hatiku Bebaskan Bebaskan beban nyataku Mata yang penuh kotoran ini Tertutup menikmati haknya Dimana kau panggil aku? Bunga tidur ,resahkan dam membahagiakan Ijinkan bertemu jiwa baru bersinar Dalam bunga mata kadang tutup usia Hati bertanya pada dinding Seringkah raya terbangun? Syahdu malamku dekat dengan-Mu 61
 BINTANG-BIDADARI Malam ini aku lukis suka-duka antara kita.... Dalam melodi sepi memburu waktu.... Tingginya bintang yang akan aku gantungkan... Tertulis indah nama bidadari disana.... Bintang dan bidadari... Hanya ini yang aku sanjung disungging sunyi Kapan kau akan disini? Membalut luka menutup lubang rindu... Kau adalah bintang-bidadariku... Yang meski aku selimuti dengan ketabahan... Kadang hati murka harus memilih.... Dan mulailah jiwa meradang,hingga tersayat... Ku biarkan luka ini menetes antara tali cinta... Pasir putih di luar sana menangis.. Menatapi, aku mengalah dengan rotasi rekayasa... Lingkaran alam memudar,... Aku harus tetap disini menulis,menerbangkan topi juara Bintang-bidadariku Kau adalah dua nama satu cinta... Apakah aku bodoh bimbang memilih kebebasan... Hal baru aku mengenalimu dalam malam yang hilang.. Secangkir kopi yang berbisik menajamkan mata... Disini aku menunggu,terus bertanya lewat sajak palsu Disitulah kau ku puja dan kudoakan... Ini adalah jejak telaga kebahagiaan yang jauh,... Perjuangan yang panjang untuk bisa bertemu.. Kamu lah pundi-pundi cinta aku kelak.... Bintang-bidadari... Kau adalah sinar harapan... Jangan kau hilang dan pergi..... Aku setengah sempurna punya jawaban terbaik.. Kau alasan terindah aku mengejar mimpi.. Lihatlah langkah dan ucapan indahku.. Ternyata aku tak kuat jika kau tak ada... Meski selama ini kau(bidadariku) merenggut ini tak seijinku... Bulan .... Saksikanlah aku memeluk bintang-bidadari... Restui aku menjemput,dan membelai wajahnya Jangan beri aku kesedihan dengan memisahkan kita Bintang-bidadari Ini aku yang butuh cinta dan sayang.... Suara manja yang memanggilmu nun disana.. Menunggu jawaban belahan jiwa yang tulus,... Berharap bisa menua bersamanya.... Bintang-bidadari Bersedialah sejenak sampai aku menutup mata... Agar aku bisa mengheningkan kedamaian rasa,dan cinta Keyakinan yang takan ku jual.. Meski di akhir kisah aku diami sudut sempit dan sunyi.. selasa 2012-08-14/21.09

1 komentar: