Kami Hanyalah debu gunung yang ingin terbang damai dalam bangsa yang besar dan maju serta berkembang natural.
Komunitas Bermula Creative Garut Selatan
Rabu, 11 April 2012
APAKAH KITA AKAN DIAM?
APAKAH KITA AKAN DIAM?
Negriku yang terkenal subur dan luas dari masa prasejarah
Tidak untuk saat ini sahabatku
Negriku kini terlalu sempit untuk kita berdiri
Gedung-gedung tinggi itu membungkam kita
Bebaskan jiwamu sahabat
Pengusaha asing berseri – seri melihat rekanku mati
Pemimpinku ikut menyaksikan sekarat nyawa yang terlepas dr jasad
Terkunci mulut-mulut yang berdasi pegawai negeri kini
Anakku pendidikanya mahal
Ibuku biaya kesehatanya mahal
Bibiku kebutuhan panganya mahal
Sahabatku lawan atau diam?
Bergabung hancurkan rezim kejam
Bung,ayo bergabung satu padu
Rebut hak rakyat,kewajiban pemimpin kita tak bergerak
Buatlah stasiun Bandung-jakarta kesatuan mahasiswa
Tempat berhenti mengendalikan mobil pemerintah
Mentari baru masih cerah untuk menuju sore
Waktu yang terus berputar dari tahun 2011 meninggalkan tandatanya
Lihatlah laskar-laskar baru bertebaran,memopa semangat 45
Di awali pengorbanan sondang
Yang terkubur oleh kasus mencuri kakau,dan ribuan prilaku dewan
Bangun,sahabatku....!!
Kibarkan panji dan ruh 45 kita seperti syahrir dan kawan-kawan
Kita tahan panasnya terik surya ini
Deras keringat tanda semangat yang tak bisa di padamkan
Sahabat kita punya matahari dan bintang untuk berjalan
Lihatlah ibu kita menyerukan aksi perubahan
Dia berdoa untuk kita
Meski kini satu-dua teman kita mati mulutnya dan kakinya
Terkena virus koruptor yang berjas indah
Rekan kita ada juga yang meredam aksi kita;
Berpisahkah?
Ku relakan ini,dan mereka tertawa bahkan batuk kecil
Kembali masuk ke gedung yang di penuhi lingkaran setan
Dalam ruangan putih itu mereka membuat hitam di atas putih
Dalam kertas itu terdapat wajah-wajah yang tertindas
Sekali lagi apakah akan diam,dan tak melangkah?
by:adeb boerhan
tgl:5/01/2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar