tak bisa ku buat tersenyum garuda….
daun-daun layu melihat keadaanku….
aku terlahir dari lumpur desa….
berjalan menuju gedung putih….
ku lihat pejabat negara sibuk kerja….
jujur ku malu…..
mungkin waktu belum mampu menjawab…
kini ku berusaha membuat tersenyum garuda….
garuda yang ada di napasku…..
wahai garudaku….
ku persembahkan puisi lama ini yang terlupa….
bait pertama akulah bentengmu ….
benteng tembok yang harus kuat ,kokoh….
bait kedua akulah langitmu…
aku akan berusaha menjadi warna-warni di sayapmu…
mungkin inilah bait-bait puisi tangisku….
lewat pejalanan setapak yang kulalui 13 tahun lalu…
kini ku temui jalan luas supaya tak lagi malu…
maendekatimu ku ingin memeluk dan rebahkan sayap-sayapmu….
besar hati hari ini ku bisa bersama…
kiranya seberkas harapan ini masih tertunda ….
pasti aku jua kan buka puisi garuda….
dalam secuil kertas yang tersimpan di jiwa…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar